Wed,17 October 2018


Novie Ramayanto Dituntut Selama 5 Tahun denda 1 Milyar Rupiah

Indofakta 2018-02-26 17:09:49 Hukum / Kriminal
Novie Ramayanto Dituntut Selama 5 Tahun denda 1 Milyar Rupiah

BANDUNG - Novie Ramayanto, Amd dituntut oleh Tim Jaksa Penuntut selama 5 tahun pidana penjara dan denda sebesar Rp1.000.000.000,- (satu milyar rupiah) subsider selama 6 (enam) bulan kurungan. Besarnya tuntutan pidana tersebut dikurangi selama terdakwa berada di dalam tahanan sementara.


Surat Tuntutan dibacakan oleh Jaksa Lucky Al Afgani, SH dan Mumuh Ardiansyah, SH pada hari ini (26/2/2018). Menurut Tim JPU, Terdakwa dituntut sesuai dengan Pasal 103 ayat (2) UU No. 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal. Perbuatan terdakwa telah merugikan pihak lain, kata JPU di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Sutio Jumagi Akhirno, SH.,MH.

Sesuai dengan dakwaan, tak kurang dari Rp74.400.000.000,- (tujuh puluh empat milyar empat ratus juta rupiah) berhasil diraup oleh Novie Ramayanto, Amd dari sejumlah investor. Uang sejumlah tersebut diperoleh pria kelahiran Jakarta, 08 November 1970 itu melalui penjualan produk saham yang diinvestasikannya yang meliputi nama saham jatuh tempo dan target return (keuntungan) yang kesemuanya ternyata bohong. 

Novie Ramayanto, Amd yang beralamat di jl. Kapten Pattimura No. 77 Kota Solo itu diadili di Pengadilan Negeri Kls IA Khusus Bandung. Awalnya, Novie pada Januari 2012 mengenal Dewi Fitria Halim melalui telepon. Keduanya lalu bertemu di cafe Humming Bird jalan Progo No. 14 Kota Bandung. Dari hasil pertemuan itu, Dewi tertarik  dengan informasi return yang disampaikan oleh Novie.

Perkara dengan Register No. 1209/Pid.B/2017/PN.Bdg menguraikan bahwa dari penawaran yang diajukan oleh Novie, Dewi Fitria Halim tertarik sehingga pada bulan Maret 2012, Dewi Fitria Halim menginvestasikan dananya untuk diinvestasikan pada saham Baturaja (SMBR), Saham investasi Agis, TBK (TMPI), Saham Perusahaan Gas Negara (PGAS), Saham  Bank Mandiri, TBK (BMRI), Saham Trada Maritime, TBK (TRAM), Saham Telekomunikasi, TBK (TLKM) dan Saham Laguna Citra (LCGP). 

Selanjutnya pada bulan Agustus 2012, Novie bertemu dengan Dewi Fitria Halim, Tina Setiadi, Simon Koshan, Julia Setiadi, Alvin Franajaya dan Jimmy Sumarli di Cafe Cumming jalan Progo No.14 Kota Bandung. Kepada para korbannya, Novie kembali menjelaskan tentang proyek atau produk saham meliputi jatuh tempo dan target return. Setelah pertemuan itu, Tina Setiadi tertarik dengan produk investasi yang ditawarkan Novie. Tina lalu menghubungi Dewi Fitria Halim. Dewi atas persetujuan Novie memberikan nomor Rekening 4710100257117 Bank CIMB Niaga Cabang Solo atas nama Novie selaku penerima dana investasi dan batas waktu transfer dana/uang ke rekening Novie untuk ikut investasi yang berjumlah Rp47 milyar. Tina lalu memberitahukan kepada Dewi Fitria Halim perihal transfer tersebut. 

Selain menerima dari Tina, Novie Ramayanto juga menerima dana investasi dari Koesman Rp2,3 milyar, Julia Setiadi Rp1 milyar, Alvin Franajaya Rp85,4 milyar. Dana milik Alvin sudah dikembalikan dan tersisa Rp24,1 milyar. Uang ketiganya ditransfer ke rekening milik Dewi Fitria Halim yang selanjutnya oleh Dewi ditransfer ke rekening milik Novie. 

Sesuai yang dijanjikan yaitu akhir tahun 2013, Novie belum bisa mengembalikan  dana investasi milik para investor tersebut. Kemudian Novie dan Dewi Fitria Halim melakukan jadwal ulang untuk pengembalian dana investasi dengan alasan perlu lebih lama dalam proses pencairan dana investasi pada Februari 2014, namun janji ini tidak terealisasi. 

Novie lalu membuat janji baru melalui pertemuan pada 12 Agustus 2014. Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Dewi Fitria Halim, Tina Setiadi, Simon Koshan, Julia Setiadi dan Koesman di lobby hotel Trans Studio jl. Gatot Subroto Kota Bandung, Novie menjelaskan saham TRAM di suspend, akibatnya produk lain tidak dapat dicairkan karena menurutnya produk tersebut mencapai 60% - 65 % dari total dana investasi yang dikelolanya dan semua produk investasi tersebut saling berhubungan satu dengan lainnya. Pada saat itu, secara sekilas memperlihatkan terkait dengan saham yang diakuinya merupakan penempatan investasi dana milik para korban tanpa menyerahkan bukti-buktinya. Saat itu, Novie juga meyakinkan bahwa saham TRAM akan open suspend pada pertengahan - akhir September 2014 dapat dilaksanakan pencairan. Meskipun pada 23 September 2014 saham TRAM telah open suspend (telah dibuka) tetap saja Novie belum mengembalikan dana investasi milik para korban. Hingga saat ini tidak diketahui kemana/dana uang milik para investor itu berada. Ini harus digali melalui pembuktian dalam persidangan.

Dimana dan kepada siapa uang yang diterima Novie tersebut ? Antara tahun 2011 - 2013 Novie pernah membukakan rekening atas nama anaknya, Rizqi Amalia di Bank CIMB Niaga dan Bank Mandiri yang disimpan dan dipergunakan Novie. Jumlahnya tak kurang dari 1.370.734.910,-. Lalu sisanya belum diketahui uang para investor tersebut dialirkan oleh Novie.

Pada tahun 2013 - 2015 Novie telah memberikan 4 (empat) unit mobil kepada Rizqi Amalia namun telah dijualnya pada tahun 2015. Pemberian mobil juga dilakukan Novie kepada Dewi Fitria Halim jenis mini cooper yang harganya tak kurang dari Rp370.568.200,- dan Land Rover seharga Rp871.500.000,- yang pembayarannya dilakukan Novie secara bertahap kepada Antony Budi Santoso

Novie Ramayanto, Amd yang masih menjalani penahanan dan saat ini di Rutan Kebon Waru Kota Bandung sejak 7 Juni 2017 itu didakwa secara berlapis secara alternatif dan akumulatif yaitu : 1. Pasal 378 KUHPidana atau 2. Pasal 372 KUHPidana atau 3. Pasal103 ayat (1) jo. Pasal 30 UU No. 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal atau 4. Pasal 103 ayat (2) UU No. 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal Dan 5. Pasal 3 UU No. 8 Tahun  2010 Tentang  PPTPU (Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang). Dalam sidang lanjutan, Majelis Hakim memberi kesempatan kepada terdakwa dan Penasehat Hukumnya untuk mengajukan Pledoi/Pembelaan. (Y CHS).

Berita Terkait


 Terbaru