Mon,18 June 2018


LSM Monitoring Desak Pemkot Evaluasi Pembangunan The Green Apartemen Kosambi Bandung

Indofakta 2018-02-23 14:50:28 Daerah
LSM Monitoring Desak Pemkot Evaluasi Pembangunan The Green Apartemen Kosambi Bandung

BANDUNG - Lsm Monitoring Community mendesak agar pihak Pemkot (Pemerintah Kota) Bandung agar segera mengevaluasi kembali soal IMB (Izin Mendirikan Bangunan) The Green Apartemen Kosambi Bandung. Selain itu dalam waktu dekat akan melaporkan kepada pihak instansi Penegak Hukum tentang adanya dugaan penyimpangan yang dilakukan oleh pengembang berdasarkan temuan di lapangan.

 

Menurut Ketua Kajian Hukum Lsm Monitoring Community, Aan Kandar Karnawan telah terjadi sejumlah pelanggaran oleh pihak Management The Green Apartemen Kosambi Bandung. Kepada indofakta online (22/2/2018), Aan Kandar menuturkan, berdasarkan investigasi yang dilakukan pihaknya, telah terjadi 5 (lima) dugaan pelanggaran antara lain : 1. RTH (Ruang Terbuka Hijau) yang tidak sesuai berdasarkan aturan; 2. Dibangun sarana Genset namun KDL (Koefisien Dasar Lantai) dan KDB (Koefisien Dasar Bangunan) berkurang; 3. Green Kosambi belum mempunyai ijin IPAL; 4. Ketinggian dari lantai dasar titik 0 seharusnya 70 meter namun kenyataannya lebih dan yang ke - 5 adalah belum mempunyai SLF (Sertifikat Layak Fungsi). Terbitnya SLF harus berdasarkan pada Gambar awal yang harus sesuai dengan kenyataan di lapangan.

 

Masih menurut Aan Kandar, bahwa pihak The Green Apartemen Kosambi telah mempunyai IMB Nomor : 503.44.2/2424/BPPT tertanggal 08 Oktober 2015 yang ditandatangani oleh Kepala BPPT (Badan Pelayanan Perijinan Terpadu) Pemkot Bandung, Drs. Ema Sumarna. "Bila diperhatikan ketentuan yang diatur dalam IMB tersebut harus dievaluasi kondisi existingnya, dan kami yakin telah terjadi 5 pelanggaran seperti yang kami sebutkan," katanya.

 

Dalam hal ini pihak Pemkot Bandung agar tidak begitu saja mempercayai laporan sepihak yang disampaikan oleh Management The Green Apartemen Kosambi. "Pemkot Bandung harus intensif memonitornya di lokasi," desak Aan Kandar.

 

Saat dikonfirmasi ke pihak Management The Green Kosambi (22/2/2018), indofakta online seakan menemui jalan buntu. Pasalnya pihak yang berwenang di The Green Kosambi belum ada yang bersedia memberi keterangan. Saat ditemui Indofakta online di lokasi (22/2/2018), staf Marketing The Green Kosambi Affandi yang menerima indofakta online mengatakan bahwa yang berhubungan dengan  perijinan itu urusannya Pak Hari, sekarang tidak berada di tempat. Setelah berpisah dengan Affandi, indofakta online mengirim konfirmasi tertulis kepada yang bersangkutan untuk diteruskan ke Bapak Hari. Affandi lalu mengirimnya ke Bagian Legal Green Kosambi. Sampai berita ini ditayangkan pihak The Green Kosambi belum juga menjawab Konfirmasi yang telah disampaikan.

 

The Green Apartemen Kosambi dibangun oleh Pengembang Mama (Maju Terus Bersama) Grup di atas lahan seluas 4.600 m2 yang dipimpin oleh Francis Dina Kartantya. Pengembang Mama adalah pendatang baru di dunia properti di Kota Bandung, sebelumnya berkiprah di bidang fashion dan bridal. (Y CHS).

Berita Terkait