Gladi Lapang Penanggulangan Bencana SMPN4 Kalasan

 Thu,16 August 2018


Gladi Lapang Penanggulangan Bencana SMPN4 Kalasan

Indofakta 2018-02-20 19:59:28 Edukasi
Gladi Lapang Penanggulangan Bencana SMPN4 Kalasan

SLEMAN -- Sepuluh siswa mengalami luka berat dan ringan,  dua siswa  mengalami patah tulang kaki dan tangan. Dan lainnya mengalami luka lecet dan memar akibat gempa bumi yang terjadi Selasa (20/2/2018).

 

Gempa bumi dengan 5,5 Skala Ricter itu membuat sebagian gedung sekolah SMPN4 Kalasan mengalami kerusakan yang cukup parah.

 

Gempa yang terjadi saat berlangsungnyaa jam belajar-mengajar itu membuat beberapa atap ruangan roboh, yang mengakibatkan sebagian siswa tertimpa puing bangunan.

 

Siswa yang mengalaami luka berat dan patah tulang langsung dirujuk ke rumah sakit terdekat. Sementara yang luka ringan dirujuk ke Puskesmas Kalasan. Adapun yang mengalami memar-memar langsung dipulangkan oleh pihak sekolah.

 

Masih beruntung sebagian siswa dengan sigap begitu terjadi gempa bumi langsung menyelamatkan diri ke luar ruangan dan sebagiaan berlindung di bawah meja hingga korban yang lebih banyak bisa terhindarkan.

 

Itulah skenario gladi lapang penanggulangan bencana gempa bumi yang berlangsung di halaman SMPN4 Kalasan. Gladi lapang tersebut diikuti oleh siswa dan tenaga pendidik dan adminsitrasi sekolah setempat serta relawan.

 

Melalui Musta'in Aminun, SH, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Hukum, Bupati Sleman Sri Purnomo berharap agar SMPN 4 Kalasan mampu menjadi agen penanggulangan kebencanaan. "Tidak hanya di lingkungan sekolah, namun juga di lingkungan masyarakat," tandas Sri Purnomo.

 

Dengan terbentuknya SMPN 1 Kalasan sebagai sekolah siaga bencana, maka di Sleman sudah terbentuk 49 sekolah siaga bencana. Tahun 2018 ini Sleman menargetkan terbentuk 8 sekolah siaga bencana baru.

 

Pembentukan Sekolah Siaga Bencana (SSB) penting karena dalam setiap mitigasi bencana, dibutuhkan partisipasi dari semua pihak. Bukan hanya dari tim relawan, namun juga seluruh komponen masyarakat termasuk di antaranya adalah pelajar.

 

Paradigmapenanggulangn bencana,tidak lagi dititikberatkanpada penanganankedaruratan, namun lebihpada upaya penguranganrisikobencana. Dan menuntutadanya kesiapsiagaanmasyarakat, termasuksekolah. 

 

Didampingi Camat Kalasan, Dra Tina Hastami, MM, dan Kades Tamanmartani, Plt Kepala BPBD Kabupaten Sleman, Dra. Suratini, menjelaskan, gladi lapang penanggulangan bencana itu untuk melindungi warga sekolah yang tinggal di kawasan rawan bencana. (Affan)

 

Berita Terkait