Wed,20 June 2018


Gemayomi Melawan Intoleransi di Indonesia

Indofakta 2018-02-17 16:13:05 Nasional
Gemayomi Melawan Intoleransi di Indonesia

YOGYAKARTA -- Gerakan Masyarakat Yogyakarta Melawan Intoleransi (Gemayomi) didampingi MY Esti Wijayati, anggota DPR RI Fraksi PDIP Dapil DIY, temui guru bangsa Prof Dr Ahmad Syafii Maarif di salah satu kantor penerbitan di Yogyakarta, Sabtu (17/2/2018).

 

Selaku koordinator, Prof Dr M Mukhtasar Syamsuddin, MHum, mengatakan, tujuan temui Syafii Maarif untuk mengucapkan terima kasih atas dedikasinya dalam mengayomi semua golongan.

 

"Kami juga mendukung dan meneladani beliau sebagai sosok sejarawan dan cendekiawan yang senantiasa memperjuangkan masyarakat inklusif," kata Mukhtasar yang menambahkan apresiasi itu disampaikan dalam bentuk geguritan "nawala katresnan katur Buya".

 

Disampaikan MY Esti Wijayati, Buya Syafii Maarif tidak sendiri. Bersama Gemayomi, masyarakat Indonesia akan terus berjuang bersama untuk menjadikan keberagaman sebagai rahmat dalam pembangunan. "Bukan sebaliknya menjadi pemecah belah sekaligus menyikapi berbagai persoalan yang berpotensi mencederai rasa keadilan, kebangsaan dan kemanusiaan, yang akhir-akhir ini secara beruntun terjadi di berbagai daerah," papar Esti Wijayati.

 

Keberanian Buya Syafii Maarif adalah harapan masa depan bangsa untuk membahagiakan semua warga negara. Dan usaha-usaha Syafii harus ditanggapi secara serius melalui penguatan keterlibatan masyarakat secara aktif serta bersinergi untuk mendorong perubahan konstruktif. "Khususnya masyarakat Yogyakarta dan Indonesia secara umum," tambah Mukhtasar.

 

Selain itu, Gemayomi mendorong pemerintah untuk mendukung usaha-usaha Badan Pembinaan Ideologi Pancasila agar dapat melakukan terobosan program-program yang strategis, terukur dan implementatif dalam pembinaan ideologi Pancasila.

 

Terakhir, berharap Gemayomi menjadi koalisi ormas-ormas di DIY yang terus menyulam pilar-pilar kemajuan DIY dan Indonesia yang beradab dan berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia serta melawan segala bentuk intoleransi yang melulai kebhinnekaan di Indonesia.

 

Gemayomi awalnya terbentuk dari 32 elemen dan telah bertambah dari berbagai lapisan masyarakat tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras dan antargolongan. Terutama dan yang paling utama tentang Gemayomi adalah murni gerakan masyarakat yang bertekad mempertahankan masyarakat Yogyakarta yang toleran.

 

"Demi keberlanjutan NKRI yang berlandaskan ideologi Pancasila," pungkas Mukhtasar Syamsuddin. (Affan)

 

Berita Terkait