Wed,17 October 2018


Ekspor PT. Sariyunika Jaya Capai 60 Juta US$ Per Tahun

Indofakta 2018-02-15 10:58:37 Serba Serbi
Ekspor PT. Sariyunika Jaya Capai 60 Juta US$ Per Tahun

CIMAHI - Indonesia memiliki banyak perusahaan tekstil dan produk tekstil yang berkembang. Tercatat oleh Asosiasi Pertekstilan Indonesia, setidaknya ada 3.000 perusahaan yang dinilai pemerintah sebagai industri strategis ini.

 

Hari ini (15/2/2018), beberapa Wartawan termasuk dari indofakta online berkunjung ke salah satu perusahaan tekstil di Cimahi. Menyelusuri sepanjang jalan Industri, terlihat di kiri - kanan berdiri banyak perusahaan tekstil dan garmen. Masyarakat Bandung dan sekitarnya menyebut kawasan ini memang dikenal sebagai daerah industri tekstil dan garmen.

 

Akhirnya, perjalanan kami berhenti di salah satu pabrik tekstil bernama PT. Sariyunika Jaya. Sebuah perusahaan tekstil yang sudah berdiri sejak tahun 1967. Kedatangan para wartawan disambut oleh Director Sariyunika Jaya, Oey Han Bing, yang lalu mengajak kami bersafari menyusuri beberapa gedung di pabrik ini.

 

Pemandangan menarik menuju pada salah satu divisi yaitu tahap tenun terakhir, yang disebut tahap ke-4 atau finishing dari seluruh rangkaian pembuatan benang menjadi kain. Ruangannya luas dan bising karena suara kencang yang ditimbulkan oleh mesin tenun impor dari Jepang yang disebut water jet ini. Tak ada suara orang, hanya suara mesin yang terdengar.

 

Terlihat beberapa pegawai dengan earphone atau penutup telinga, mengoperasikan mesin tenun dengan teliti, karena jika tidak, produk yang cacat sedikit tidak akan laku terjual. Dalam ruangan finishing ini terdapat 150 mesin tenun yang terus bekerja dari pagi hingga sore hari.

 

"Satu orang bisa meng-handle sampai 3 mesin tenun di sini," ungkap Marketing Director kepada para wartawan saat menemani kunjungan, di Pabrik Sariyunika Jaya yang berlokasi di Cimahi - Jawa Barat itu.

 

Kompleks perusahaan  berdiri di atas lahan seluas 25 hektar tersebut , termasuk yang terluas jika dibandingkan dengan perusahaan tekstil di kawasan Industri ini. Pabrik ini pun memiliki mesin pengolah limbah yang diciptakan sendiri.

 

"Air lumpur dan limbah ini bisa diolah menjadi campuran batubara," kata Managing Director Saritex, Oey Han Bing.

 

Urusan produk jangan ditanya. Perusahaan dapat memproduksi hingga 50 juta meter per tahunnya, berupa plyester, katun dan jenis kain lainnya. Sebanyak 70% diekspor ke beberapa negara di Eropa, Amerika Serikat, Latin Amerika, tak ketinggalan Asia.

 

"Ekspor kita nilainya tahun 2012 kemarin hingga US$ 60 juta, tahun ini kita targetkan naik hingga 10%", pungkasnya. (Y CHS).

Berita Terkait


 Terbaru