Wed,21 February 2018


Korupsi 38 Milyar, JPU Hadirkan 9 Saksi Sidang Korupsi George Gunawan, SH

Indofakta 2018-02-12 14:23:56 Hukum / Kriminal
Korupsi 38 Milyar, JPU Hadirkan 9 Saksi Sidang Korupsi George Gunawan, SH

BANDUNG  - Pengadilan Tipikor Bandung pada Pengadilan Negeri Kls I A Khusus Bandung mulai memeriksa para saksi yang dinilai mengetahui perkara atas nama Terdakwa George Gunawan, SH (12/2/2018). Jumlah para saksi sebanyak 9 (sembilan) yang dihadirkan Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dra. Cut Elly, SH., Dkk dari jumlah 10 (sepuluh) orang ke muka persidangan.

 

Dari jumlah tersebut, Tim JPU menghadirkan saksi dari KKP RI (Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia) berjumlah 6 orang. Para saksi termasuk Ir. Irin yang kapasitasnya sebagai PPK (Pejabat Pembuat Komitmen). Ir. Irin  menerangkan bahwa semua barang yang diterima George Gunawan adalah milik KKP RI. Selain itu JPU menghadirkan 3 (tiga) orang saksi dari DKP (Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Cirebon.

 

Dalam perkara pidana korupsi dengan No.13/Pid.Sus -TPK/2018/PN. Bdg diketuai oleh Sudira, SH dengan Hakim Anggota, Tardi, SH, Judianto, SH, Lindawati, SH dan H. Marsidin Nawawi, SH, George Gunawan (62) didakwa telah melakukan tindak pidana korupsi tak kurang dari Rp38.116.414.259,- (tiga puluh delapan milyar seratus enam belas juta empat ratus empat belas ribu dua ratus Lima puluh sembilan rupiah).

 

Perbuatan Terdakwa adalah menguasai peralatan Bantuan Budidaya Udang di Desa Bungko Lor Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon Tahun 2012 Dalam Program Revitalisasi Tambak Budidaya Udang. Pada tahun 2012, Ditjen Perikanan Budidaya KKP RI melaksanakan Bantuan Program Kegiatan Revitalisasi Tambak Usaha Budidaya (Demfarm) Udang berupa plastik Mulsa, Pompa, Genset, Kincir, Benur dan Pakan dengan dana yang bersumber dari APBN-P Tahun 2012 untuk lokasi Demfarm pada Kabupaten Cirebon di Desa Bungko Lor Kecamatan Kapetakan seluas 245 Ha. 

 

Sesuai juklak, Petambak yang ikut Program tersebut bekerjasama dengan Mitra dalam membangun Demfarm yang ditetapkan oleh KKP dan mengajukan proposal Bantuan yang diketahui Kepala Desa dan ditujukan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Cirebon. 

 

George Gunawan, SH yang telah berniat untuk mendapatkan fasilitas bantuan pemerintah, kemudian merekayasa dengan cara menyewa/mengontrak lahan milik beberapa kelompok tambak yang berlokasi di Desa Bungko Lor antara lain kepada H. Ono dan H. Kamsudi dengan memberikan uang Rp200 juta. Sesudah menguasai lahan tambak, George Gunawan membentuk 3 Kelompok Petambak Budidaya Udang yaitu Mina Tambak Mas, MinaTambak Makmur dan Mina Tambak Karya Mandiri Dharma yang senyatanya bukanlah Petambak Udang melainkan para karyawan perusahaan milik George Gunawan dengan mitra Petambak yaitu PT. Tambak Mas Makmur. Ketiga Kelompok bersama 3 Kelompok lainnya mengajukan Proposal Bantuan. Setelah disetujui Ditjen Budidaya Perikanan, disalurkanlah bantuan. 

 

Setelah berakhirnya masa kemitraan, George Gunawan tidak mengembalikan barang-barang bantuan milik negara yaitu Plastik Mulsa, Pompa, Genset, Kincir, Benur dan Pakan. Dengan mengakali bahwa barang-barang tersebut dihilangkan melalui gugatan perdata di Pengadilan Negeri Sumber/Cirebon. Barang-barang tersebut dibawanya ke Jakarta dan disimpan di Ciracas Jakarta Timur.

 

Meski demikian pihak Kejaksaan berhasil mengungkap kasus tersebut. Sebanyak 100 unit mesin pompa diamankan oleh Penyidik dan ditempatkan di Desa Bungko Lor Kabupaten Cirebon. JPU mendakwa George Gunawan, SH melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3, Pasal 18 UU RI No. 31 Tahun 1999 jo. UU RI No. 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (PTPK) jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana dengan ancaman pidana penjara maksimal selama 20 tahun. (Y CHS).

Berita Terkait