Sat,23 June 2018


Program Pembangunan Kota Tanpa Kumuh di Sleman

Indofakta 2018-02-12 08:05:22 Daerah
Program Pembangunan Kota Tanpa Kumuh di Sleman

SLEMAN -- Program pembangunan KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) Dusun Banaran, Sendangadi, Mlati, Sleman, diresmikan Wakil Bupati Sleman, Dra. Sri Muslimatun, M.Kes, Minggu (11/2/2018), dilanjutkan meninjau hasil pembangunan dan dialog dengan masyarakat.

 

Wakil Bupati Sleman menyampaikan, program pembangunan KOTAKU sebagai pengawalan langkah nyata dalam upaya mewujudnya tercapainya nol persen kawasan kumuh di tahun 2020. 

 

Dalam SK Bupati Sleman No. 83/Kep.KDH/A/2014 tentang kawasan permukiman kumuh perkotaan, menetapkan 45 lokasi kawasan permukiman kumuh perkotaan di 6 kecamatan: Depok, Mlati, Gamping, Ngemplak, Ngaglik dan Godean.

 

Prioritas penanganan kawasan kumuh hingga 2019 sebanyak 17 desa dan 45 titik dengan luasan 162,93 Ha. Sementara, untuk lokasi yang belum pernah menjadi prioritas dilakukan kegiatan pencegahan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat seperti sosialisasi, pelatihan maupun penguatan kapasitas kelembagaan masyarakat. 

 

Dikatakan Sri Muslimatun, pada tahun 2017 Kabupaten Sleman mendapat Bantuan Dana Investasi Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Masyarakat (BDI PLBK) sebanyak 15 desa: Desa Sidoagung, Sidoarum, Sidomoyo, Banyuraden, Trihanggo, Nogotirto, Tirtoadi, Tlogoadi, Sendangadi, Sinduadi, Caturtunggal, Condongcatur, Wedomartani, Bimomartani, dan Triharjo. 

 

Dalam penanganan kawasan kumuh perkotaan, menurut Sri Muslimatun, Pemerintah Kabupaten Sleman menargetkan tahun 2017 luasan kawasan kumuh akan berkurang sebesar 68,25 Ha, tahun 2018 berkurang 35,5 Ha dan tahun 2019 berkurang 58,63 Ha. "Sehingga pada tahun 2020 tercapai nol persen kawasan kumuh," terang Sri Muslimatun.

 

Wakil Bupati Sleman  berharap, masyarakat senantiasa dapat mendukung dan terus menyukseskan program pemerintah dalam upaya mewujudkan KOTAKU di Kabupaten Sleman. "Sehingga dapat mendukung terwujudnya permukiman perkotaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan di Kabupaten Sleman," kata Sri Muslimatun.

 

Pembangunan program KOTAKU Dusun Banaran, tahap pertama berupa jalan paving blok 1.085 m2, saluran drainase 300 m, talud dan ralung 35 m dan ruang terbuka publik 80 m2. Sedang tahap ke dua berupa jembatan besi 9 meter, jalan paving blok 45 m, ralung/pagar 45 m dan talud 45 meter. (Affan)

 

Berita Terkait