Wed,21 February 2018


Kekerasan di Gereja Bedog Sleman Adalah Tindakan Biadab

Indofakta 2018-02-11 21:22:32 Nasional
Kekerasan di Gereja Bedog Sleman Adalah Tindakan Biadab

SLEMAN -- Ungkapan lugas Kapolda DIY, Brigjen Pol Ahmad Dhofiri tentang kejadian kekerasan di Gereja Bedog sebagai tindakan biadab, yang diamini oleh 200 orang hadirin yang berasal dari FKUB DIY dan Kabupaten/Kota serta FPUB dan tokoh-tokoh penggiat dialog lintas iman di Rumah Dinas Bupati Sleman, Minggu (11/2/2018). 

 

Pada kesempatan itu, Kapolda DIY mengutip tentang bagaimana kuasa Tuhan, jika ingin menjadikan manusia sebagai orang beriman sangatlah mudah. Namun, tidak demikian adanya, diberikan keleluasaan bagi mereka untuk beriman atau tidak sama sekali. 

 

Kapolda DIY menjelaskan, kejadian itu melibatkan seorang pelaku tindak kekerasan yang bukan berasal dari Yogyakarta.

 

Diterangkan Kapolda DIY, pelaku baru sekitar lima hari berada di Yogyakarta dan menginap di masjid dan mushalla. Dan, Kapolda DIY menyatakan belum dapat dikorek apa sebenarnya motifnya. "Saat ini pelaku masih menjalani perawatan setelah ia dilumpuhkan oleh petugas kepolisian," terang Brigjen Pol. Ahmad Dhofiri. 

 

Kemudian, apresiasi diberikan kepada Polsek Gamping yang bergegas datang ke TKP setelah ada laporan kejadian. Kapolda DIY meyakini bahwa Yogyakarta adalah kota yang toleran, buktinya adalah beberapa hari lalu saat peringatan sewindu haul Gus Dur di Universitas Sanata Darma.

 

Bagi Kapolda DIY, sangat indah begitu rupa ditunjukkan berbagai tokoh agama yang berbeda melantunkan puisi dan doa untuk KH Abdurahman Wahid (alm).

 

Yogyakarta sebagai kota yang toleran harus dijaga bersama oleh semua pihak, terutama tokoh agama dan masyarakat.

 

Tokoh agama DIY pun menyampaikan pernyataan. KH Toha Abdurrahman, Ketua MUI DIY dan juga Ketua FKUB DIY, mengatakan, yang penting adalah tegas dan tegak aturan mainnya. "Biarkan masyarakat melaksanakan ibadah sesuai dengan aturan agamanya masing-masing," kata Toha yang mengimbau agar masyarakat dapat menjaga kehidupan bersama dan saling menghargai perbedaan. 

 

Secara spontan, Toha mengatakan ketidaksetujuannya atas FPI di wilayah DIY. Toha juga berharap, para tokoh agama dan pemimpin ormas dapat mengelola umatnya dengan baik dan berkegiatan yang bermanfaat.

 

"Sekali lagi, perbuatan kekerasan di tempat beribadah adalah perbuatan biadab dan semua mengutuk keras," papar Toha. (Affan)

Berita Terkait