Wed,17 October 2018


Dinas Koperasi UKM Sleman Adakan Pelatihan Inkubator Kewirausahaan

Indofakta 2018-02-01 14:24:38 Daerah
Dinas Koperasi UKM Sleman Adakan Pelatihan Inkubator Kewirausahaan

SLEMAN -- Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman mulai adakan kegiatan pembinaan masyarakat tahun anggaran 2018 dengan menyelenggarakan pelatihan inkubator kewirausahaan (PIK) di Balai Desa Maguwoharjo, Depok, Sleman. 

Pelatihan yang diselenggarakan selama tiga hari tanggal 30 Januari 2018 sampai dengan 1 Februari 2018 dan diikuti 20 orang peserta pelaku usaha mikro kecil yang berada di wilayah Desa Maguwoharjo dibuka Kepala Bidang Usaha Mikro, Fahmi Khoiri SS, M.Ec. 

Menurut Fahmi Khoiri, tujuan dilaksanakan pelatihan inkubator kewirausahaan ini untuk memberikan bekal bagi para pelaku UMKM. "Agar mampu menjadi UMKM yang memiliki inovasi, daya saing, tangguh, dan mandiri," kata Fahmi Khoiri, Kamis (1/2/2018).

Materi yang disampaikan dalam pelatihan ditekankan pada aspek pengelolaan dan pengembangan kewirausahaan. Dan, diharapkan mampu mengubah mindset dan memotivasi serta wawasan agar para peserta UMKM lebih memiliki pemahaman tentang yang harus dilakukan. "Agar usahanya tumbuh dan berkembang dan mampu bersaing dalam kompetisi pasar," papar Fahmi.

Dengan harapan, agar UMKM yang mengikuti pelatihan dapat segera naik kelas. Dan kegiatan itu, bagi Fahmi, sangat strategis untuk menjawab permasalahan yang dihadapi para pelaku usaha mikro kecil di desa Maguwoharjo.

Karena pelatihan ini merupakan kegiatan usulan dari masyarakat (bottom up) melalui proses Musrenbang dari tingkat desa, kecamatan dan kabupaten. 

Pada tahun anggaran 2018 ini, pelatihan inkubator kewirausahaan juga akan dilaksanakan di desa Condong Catur Kecamatan Depok. 

Menurut pendataan dari desa dan kecamatan, hingga akhir tahun 2017 terdapat 784 usaha mikro kecil di luar urusan bidang pertanian, pariwisata, perindustrian dan perdagangan serta pasar.

Fahmi mengingatkan, agar UMKM peserta pelatihan untuk segera mengurus Ijin Usaha Mikro Kecil (IUMK). "Sehingga memiliki peluang untuk mengakses penguatan modal, baik dari APBD maupun dari lembaga pembiayaan jejaring Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman," kata Fahmi. 

Selama ini telah bekerjasama dengan bank-bank penyalur KUR, UPT Penguatan Modal Kabupaten Sleman, Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri), dan beberapa BUMN lain untuk memfasilitasi penyaluran bantuan pinjaman lunak kepada UMKM. "Terutama pelaku usaha mikro," tandas Fahmi.

Pelatihan yang dilaksanakan selama tiga hari ini menghadirkan narasumber dari tenaga ahli Pusat Layanan Usaha Terpadu Propinsi DIY. Materi yang disampaikan adalah mindset entrepreunership, penyusunan business devepolment plan, penentuan business goal, marketing plan, pencatatan keuangan usaha, rencana pengembangan SDM, internet marketing, LEAN Manajemen hingga business check up. (Affan)

Berita Terkait


 Terbaru