Wed,19 September 2018


Pengadilan Tipikor Bandung Terima Pelimpahan Berkas Perkara Korupsi George Gunawan

Indofakta 2018-01-25 17:37:31 Hukum / Kriminal
Pengadilan Tipikor Bandung Terima Pelimpahan Berkas Perkara Korupsi George Gunawan

BANDUNG - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung pada Pengadilan Negeri Bandung Kls I A Khusus telah menerima pelimpahan berkas perkara Tindak Pidana atas nama George Gunawan. Berkas perkara tersebut saat ini sudah diserahkan Kepada Ketua Pengadilan Negeri Bandung.

 

Kepastian telah dilimpahkannya berkas perkara tersebut diakui oleh Staf yang bertugas mencatat perkara yang masuk di  ruang Kerja Pengadilan Tipikor Bandung (25/1/2018). "Sudah masuk dan sekarang berkasnya berada di ruang kerja Ketua (Ketua PN Bandung, red). Nomor perkaranya 13/Pid.Sus -TPK/2018/PN. Bdg tanggal 25/1/2018,"  kata staf tersebut saat dikonfirmasi indofakta online. "Dengan dilimpahkannya perkara tersebut, maka Pengadilan Tipikor Bandung akan menyidangkan perkara tersebut setelah adanya penetapan Majelis Hakim yang memeriksa serta dimulainya persidangan, kata sumber lainnya di Pengadilan tersebut.

 

George Gunawan (61) saat ini adalah Terdakwa dalam perkara kasus korupsi  Rp38.116.414.259,- (tiga puluh delapan milyar seratus enam belas juta empat ratus empat belas ribu dua ratus Lima puluh sembilan rupiah). Sejak senin, 22 Januari 2018 lalu telah ditahan oleh Penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Sebelumnya George Gunawan telah ditetapkan sebagai tersangka untuk keduakalinya oleh Penyidik pada Pidsus Kejati Jabar. Tersangka sempat melakukan perlawanan melalui upaya praperadilan yang akhirnya kandas di Pengadilan Negeri Bandung Kls IA Khusus (19/1/2018) melalui Putusan Hakim Daryanto, SH yang menolak Permohonan Pemohon George Gunawan seluruhnya. 

 

Terdakwa telah melakukan tindak pidana korupsi Dana Bantuan Budidaya Udang di Desa Bungko Lor Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon Tahun 2012 Dalam Program Revitalisasi Tambak Budidaya Udang. Berawal pada tahun 2012, Ditjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI melaksanakan Bantuan Program Kegiatan Revitalisasi  Tambak Usaha Budidaya (Demfarm) Udang berupa plastik Mulsa, Pompa, Genset, Kincir, Benur dan Pakan dengan dana yang bersumber dari APBN-P untuk lokasi Demfarm pada Kabupaten Cirebon di Desa Bungko Lor Kecamatan Kapetakan seluas 245 Ha. 

 

Sesuai juklak, Petambak yang ikut Program tersebut bekerjasama dengan Mitra dalam membangun Demfarm yang ditetapkan oleh KKP dan mengajukan proposal Bantuan yang diketahui Kepala Desa dan ditujukan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Cirebon. 

 

Mengetahui ada bantuan tersebut, George Gunawan yang telah berniat untuk mendapatkan fasilitas bantuan pemerintah, kemudian merekayasa dengan cara menyewa/mengontrak lahan milik beberapa kelompok tambak yang berlokasi di Desa Bungko Lor antara lain kepada H. Ono dan H. Kamsudi dengan memberikan uang Rp. 200 juta. Sesudah menguasai lahan tambak, George Gunawan membentuk 3 Kelompok Petambak Budidaya Udang yaitu Mina Tambak Mas, MinaTambak Makmur dan Mina Tambak Karya Mandiri Dharma yang senyatanya bukanlah Petambak Udang melainkan para karyawan perusahaan milik George Gunawan dengan mitra Petambak yaitu PT. Tambak Mas Makmur. Ketiga Kelompok bersama 3 Kelompok lainnya mengajukan Proposal Bantuan. Setelah disetujui Ditjen Budidaya Perikanan, disalurkanlah bantuan. 

 

Setelah berakhirnya masa kemitraan, George Gunawan tidak mengembalikan barang-barang bantuan milik negara yaitu Plastik Mulsa, Pompa, Genset, Kincir, Benur dan Pakan. Barang-barang tersebut dibawanya ke Jakarta yang kemudian sebanyak 100 unit mesin pompa diamankan oleh Penyidik dan ditempatkan di Desa Bungko Lor Kabupaten Cirebon. (Y CHS).

Berita Terkait


 Terbaru