Thu,24 May 2018


Pesta Ulang Tahun Yang Dilakukan LGBT di Tasikmalaya dibubarkan Ormas dan Polisi

Indofakta 2018-01-24 06:07:38 Daerah
Pesta Ulang Tahun Yang Dilakukan LGBT di Tasikmalaya dibubarkan Ormas dan Polisi

TASIKMALAYA -- Sebuah pesta ulang tahun yang diduga anggota komunitas LGBT di Kota Tasikmalaya Jawa Barat dibubarkan ormas keagamaan dan Polisi selasa malam (23/1).

 

Selain dapati ratusan waria,kepolisian juga temukan minuman keras merek luar dari lokasi Pesta.

 

Ormas keagamaan dan polisi,membubarkan paksa pesta ulang tahun yang diduga dilakukan anggota komunitas LGBT. Masa merangsek masuk kedalam areal pesta yang berada di salah satu rumah makan Jalan Letjen Mashudi,Kota Tasikmalaya,Jawa Barat.

 

Masa ormas sempat terpancing emosinya setelah menemukan botol minuman keras merek luar negeri dalam pesta. Mereka meminta seluruh kaum waria yang hadir untuk meninggalkan pesta.

 

Bahkan,anggota ormas sempat mengintrogasi pengendara motor yang tiba dilokasi. Mereka dimintai keterangan khawatir bagian dari komunitas LGBT. namun,ternyata hanya pengunjung biasa.

 

Khawatir jadi sasaran amuk masa, sekitar seratus orang yang diduga komunitas LGBT akhirnya membubarkan diri.

 

Selain dilarang keberadaanya, kegiatan ini dipastikan tidak memiliki izin dari kepolisian.

 

Kapolsek Ciberum,Polres Tasikmalaya Kota AKP Suharto saat di tanya sejumlah wartawan di Lokasi mengatakan"Ini kita dapat info dari warga bahwa digunung jati ada ultah kelompok waria termasuk LGBT Ujarnya.

 

Masih Kata AKP Suharto menuturkan setelah kita lakukan pengecekan ternyata  benar ada pesta waria dan LGBT kemudian kata Kapolsek kita  himbau dan kita bubarkan Mereka tuturnya.

 

Lebih lanjut Kapolsek mengatakan," sebelumnya Acara Ini tidak ada pemberitahuan Pada saat kita tanya menurut manager bukan LGBT yang ultah yang tapi saya lihat ada waria sekitar seratus Orang, tadi kita sempat ada temuan miras kemudian Kita diamankan paparnya.

 

Ormas keagamaan pastikan peserta pesta ulang tahun di rumah makan ini dilakukan komunitas LGBT,mereka geram hingga nekad melakukan aksi sweeping dan pembubaran paksa.

 

Sementara itu,Ahmad Ruslan, korlap ormas menuturkan,"Sebelumnya kita dapat laporan dari warga ada acara farty didalamnya ada LGBT lalu kita sama kapolsek masuk kedalam saya temui manager katanya  tidak ada LGBT dan miras imbuhnya.

 

Pada saat kita cek lanjutnya,ternyata didalam banyak bencong gak tau padahal bencong LGBT serta ada miras  juga. Bahkan kapolsek dibohongin sama manager jelasnya.

 

Petugas kepolisian akhirnya mengamankan pengelola rumah makan diduga melanggar izin. Satu buah botol minuman keras turut disita dari lokasi pesta sebagai barang buktine.

Antisipasi aksi main hakim, petugas kepolisian masih terus berjaga dilokasi rumah makan.(andri)

Berita Terkait