Wed,21 February 2018


Kejati Jabar Tahan George Gunawan di Rutan Kebon Waru Bandung

Indofakta 2018-01-22 20:32:00 Hukum / Kriminal
Kejati Jabar Tahan George Gunawan di Rutan Kebon Waru Bandung

JABAR  - Kejaksaan Tinggi Jawa Barat resmi menahan George Gunawan. Tersangka kasus korupsi  Rp38.116.414.259,- (tiga puluh delapan milyar seratus enam belas juta empat ratus empat belas ribu dua ratus Lima puluh sembilan rupiah) itu langsung ditahan setelah menjalani proses pemeriksaan di Pidsus Kejati Jabar (22/1/2018).

 

Penahanan terhadap George Gunawan (61) tersebut dibenarkan oleh Kasi Penkum Kejati Jabar. Saat dikonfirmasi indofakta online, Raymond Ali, SH.,MH mengatakan, iya benar penahanan sudah dilakukan tadi sore.

 

George Gunawan sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka untuk keduakalinya oleh Penyidik pada Pidsus Kejati Jabar. Tersangka sempat melakukan perlawanan melalui upaya praperadilan yang akhirnya kandas di Pengadilan Negeri Bandung Kls IA Khusus (19/1/2018) melalui Putusan Hakim Daryanto, SH yang menolak Permohonan Pemohon George Gunawan seluruhnya. 


Tersangka telah melakukan tindak pidana korupsi Dana Bantuan Budidaya Udang di Desa Bungko Lor Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon Tahun 2012 Dalam Program Revitalisasi Tambak Budidaya Udang. Berawal pada tahun 2012, Ditjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI melaksanakan Bantuan Program Kegiatan Revitalisasi  Tambak Usaha Budidaya (Demfarm) Udang berupa plastik Mulsa, Pompa, Genset, Kincir, Benur dan Pakan dengan dana yang bersumber dari APBN-P untuk lokasi Demfarm pada Kabupaten Cirebon di Desa Bungko Lor Kecamatan Kapetakan seluas 245 Ha. 

 

Sesuai juklak, Petambak yang ikut Program tersebut bekerjasama dengan Mitra dalam membangun Demfarm yang ditetapkan oleh KKP dan mengajukan proposal Bantuan yang diketahui Kepala Desa dan ditujukan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Cirebon. 

 

Mengetahui ada bantuan tersebut, George Gunawan yang telah berniat untuk mendapatkan fasilitas bantuan pemerintah, kemudian merekayasa dengan cara menyewa/mengontrak lahan milik beberapa kelompok tambak yang berlokasi di Desa Bungko Lor antara lain kepada H. Ono dan H. Kamsudi dengan memberikan uang Rp. 200 juta. Sesudah menguasai lahan tambak, George Gunawan membentuk 3 Kelompok Petambak Budidaya Udang yaitu Mina Tambak Mas, MinaTambak Makmur dan Mina Tambak Karya Mandiri Dharma yang senyatanya bukanlah Petambak Udang melainkan para karyawan perusahaan milik George Gunawan dengan mitra Petambak yaitu PT. Tambak Mas Makmur. Ketiga Kelompok bersama 3 Kelompok lainnya mengajukan Proposal Bantuan. Setelah disetujui Ditjen Budidaya Perikanan, disalurkanlah bantuan. 

 

Setelah berakhirnya masa kemitraan, George Gunawan tidak mengembalikan barang-barang bantuan milik negara yaitu Plastik Mulsa, Pompa, Genset, Kincir, Benur dan Pakan. Perkara tersebut akan digelar di Pengadilan Tipikor Bandung pada Pengadilan Negeri Bandung Kls IA Khusus setelah pihak Kejaksaan melimpahkan perkara tersebut. (Y CHS).

Berita Terkait