Wed,21 February 2018


Tipikor GBLA Bandung : Yayat AS Dihukum 5 Tahun 6 Bulan

Indofakta 2018-01-22 12:58:51 Hukum / Kriminal
 Tipikor GBLA Bandung : Yayat AS Dihukum 5 Tahun 6 Bulan

JABAR - Terbukti melakukan tindak pidana korupsi pada pembangunan Stadion GBLA (Gelora Bandung Lautan Api) tahun 2009 -  2013, Yayat Ahmad Sudrajat dijatuhi hukuman Pidana Penjara selama 5 dan 6 bulan
tahun, pidana denda sebesar Rp200 juta subsider 4 bulan dan membayar biaya perkara. Terdakwa tidak dibebani untuk membayar yang pengganti karena uang pengganti menjadi tanggung jawab PT. Adhi Karya (Persero). Hukuman tersebut lebih ringan dari Tuntutan yang sebelumnya disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tasjrifin MA, SH.,MH, Dkk (8/1/2018) yang menuntut agar terdakwa dijatuhi hukuman selama 8 tahun dan denda sebesar Rp500 juta subsider 6 bulan.


Putuskan dibacakan oleh Majelis Hakim Tipikor Bandung yang diketuai H. Fuad Muhammadi, SH.,MH (22/1/2018).

 

Menurut Majelis Hakim tersebut perbuatan terdakwa dikualifikasi sebagai delik formil dan telah memenuhi unsur sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 18 UU RI No. 31 Tahun 1999 jo. UU RI No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan dan Penambahan UU RI No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 64 ayat (1) jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana sesuai dakwaan primer. Adapun  hal yg memberatkan bahwa terdakwa telah turut merugikan keuangan Negara sedangkan hal meringankan adalah terdakwa masih mempunyai tanggung jawab terhadap keluarganya.



Adapun kerugian Negara sebesar Rp.103 milyar dibebankan kepada Pihak PT. Adhikarya (Persero). Adanya pengembalian keuangan berupa perbaikan yang dilakukan oleh perusahaan tersebut, maka jumlah kerugian hingga saat ini lebih dari Rp76 milyar. Kerugian ini tidak dibebankan kepada terdakwa karena tidak terbukti menerimanya.



Perkara korupsi Pembangunan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) diadili sejak 16 September 2017 lalu. Stadion megah yang berlokasi di Gedebage Kota Bandung itu diselidiki sejak tahun 2015 dengan menyeret Yayat Ahmad Sudrajat dalam kedudukannya sebagai Sekretaris Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota Bandung pada tahun 2009 bersama-sama dengan mantan Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota Bandung DR. Yuniarso Ridwan, MSi, Ir. Rusjaf Adinenggala, Toto Rustandi, Hedi Hediana, Dkk dan sederetan nama lainnya yang bertanggungjawab atas tindak pidana tersebut dimana penyertaannya sudah terpenuhi. 



Tindak pidana  dilakukan sejak proses pembangunan stadion yang berbiaya Rp545.535.430.000,- (lima ratus empat puluh lima milyar lima ratus tiga puluh lima juta empat ratus tiga puluh ribu rupiah) itu dilaksanakan pada tahun 2009 - 2013. Kesalahan yang terutama adalah pada pemasangan tiang pancang, tidak sesuai nya spesifikasi pekerjaan, pembuatan jalan ke akses tol Purbaleunyi, serta pembuatan skoring board.



Kegiatan Pembangunan Stadion GLBA dilakukan oleh Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota Bandung, PT Penta Rekayasa (Konsultan Perencana), PT Adhi Karya (kontraktor pelaksana pekerjaan), PT Indah Karya selaku Konsultan Manajemen Kontruksi. 



Yayat yang ditahan sejak 6 Juni 2017 itu sebelumnya didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 jo. Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 64 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana dengan ancaman maksimal 20 tahun pidana penjara, pidana denda dan mengganti kerugian negara. Baik terdakwa maupun JPU mengatakan pikir-pikir selama 1 minggu. (Y CHS).
 

Berita Terkait