Sat,23 June 2018


Upaya Praperadilan George Gunawan Kandas

Indofakta 2018-01-19 16:38:09 Hukum / Kriminal
Upaya Praperadilan George Gunawan Kandas

BANDUNG - Ditetapkan sebagai tersangka, George Gunawan melawan Pihak Kejaksaan melalui  praperadilan di Pengadilan Negeri Bandung Kls IA Khusus. Ini kali kedua pengusaha tersebut berupaya menghindar dari status tersangkanya. 

 

Ditangan Hakim Daryanto upaya George Gunawan itu ditolak. Melalui Putusan Praperadilan yang dibaca kan Hakim Daryanto, SH (19/1/2018) status tersangka yang telah ditetapkan oleh Penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menjadi kuat. 

 

Dalam Putusan Praperadilan No. 2/Pid.pra/2018/2018 tersebut antara lain menyatakan bahwa, menolak Permohonan Pemohon George Gunawan seluruhnya dan membebankan biaya perkara kepada negara. 
Sebagaimana yang telah dirilis Kejati Jabar pada tanggal 10 Februari 2017 lalu, kasus pidana korupsi George Gunawan (61) oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Barat telah ditetapkan sebagai tersangka yang merugikan keuangan Negara tak kurang Rp38.116.414.259,- (tiga puluh delapan milyar seratus enam belas juta empat ratus empat belas ribu dua ratus Lima puluh sembilan rupiah). Tersangka telah melakukan tindak pidana korupsi Dana Bantuan Budidaya Udang di Desa Bungko Lor Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon Tahun 2012 Dalam Program Revitalisasi Tambak Budidaya Udang. Berawal pada tahun 2012, Ditjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI melaksanakan Bantuan Program Kegiatan Revitalisasi  Tambak Usaha Budidaya (Demfarm) Udang berupa plastik Mulsa, Pompa, Genset, Kincir, Benur dan Pakan dengan dana yang bersumber dari APBN-P untuk lokasi Demfarm pada Kabupaten Cirebon di Desa Bungko Lor Kecamatan Kapetakan seluas 245 Ha. 

 

Sesuai juklak, Petambak yang ikut Program tersebut bekerjasama dengan Mitra dalam membangun Demfarm yang ditetapkan oleh KKP dan mengajukan proposal Bantuan yang diketahui Kepala Desa dan ditujukan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Cirebon. 

 

Mengetahui ada bantuan tersebut, George Gunawan yang telah berniat untuk mendapatkan fasilitas bantuan pemerintah, kemudian merekayasa dengan cara menyewa/mengontrak lahan milik beberapa kelompok tambak yang berlokasi di Desa Bungko Lor antara lain kepada H. Ono dan H. Kamsudi dengan memberikan uang Rp. 200 juta. Sesudah menguasai lahan tambak, George Gunawan membentuk 3 Kelompok Petambak Budidaya Udang yaitu Mina Tambak Mas, MinaTambak Makmur dan Mina Tambak Karya Mandiri Dharma yang senyatanya bukanlah Petambak Udang melainkan para karyawan perusahaan milik George Gunawan dengan mitra Petambak yaitu PT. Tambak Mas Makmur. Ketiga Kelompok bersama 3 Kelompok lainnya mengajukan Proposal Bantuan. Setelah disetujui Ditjen Budidaya Perikanan, disalurkanlah bantuan. 

 

Setelah berakhirnya masa kemitraan, George Gunawan tidak mengembalikan barang-barang bantuan milik negara yaitu Plastik Mulsa, Pompa, Genset, Kincir, Benur dan Pakan. George Gunawan selaku Direktur PT. Tambak Mas Makmur merekayasa bahwa seolah-olah berutang kepada PT. Biotech Indonesia dengan membuat perjanjian pinjam meminjam dengan menjaminkan barang milik negara, yang lalu melakukan gugatan ke Pengadilan Negeri Cirebon. Dalam dalil yang dibuat sendiri oleh George Gunawan, dirinya meminta diletakkan sita jaminan terhadap barang-barang yang notebene milik negara. Dalam Putusannya, PN Cirebon menyatakan bahwa PT. Tambak Makmur harus mengembalikan barang-barang yang merupakan jaminan tersebut. Dalam hal ini George tidak melakukan upaya banding. (Y CHS).

Berita Terkait