Wed,19 September 2018


Didakwa Korupsi ADD, Asep Saepul Jalani Sidang Perdana

Indofakta 2018-01-15 18:29:07 Hukum / Kriminal
Didakwa Korupsi ADD, Asep Saepul Jalani Sidang Perdana

BANDUNG  - Tak kurang dari Rp126.660.524,- didakwakan kepada Asep Saepul Bahri (48). Mantan Kepala Desa Balekambang Kecamatan Nagrak Sukabumi itu menjalani sidang perdana pada Pengadilan Negeri Bandung Kls 1A Khusus dengan dakwaan alternatif.

Dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Sri Mumpuni, SH (14/1/2018), Jaksa Penuntut Umum (JPU) Isnan Herdian, SH mengungkapkan bahwa terdakwa menyalahgunakan Alokasi Dana Desa (ADD)untuk kepentingan pribadi yang menimbulkan keuangan Negara sebagaimana Laporan Hasil Pemeriksaan Khusus Atas Perhitungan Kerugian Negara Pada Pelaksanaan Alokasi Dana Desa Tahap I Tahun 2016 yang diterima di Desa Balekambang Kecamatan Nagrak Kabupaten Sukabumi. Perhitungan tersebut dilakukan oleh pihak Inspektorat Pemerintah Kabupaten Sukabumi No. 700/72/Riksus-Evalop/2017 tanggal 14 Juni 2017. 

Dana tersebut diperoleh Desa Balekambang dan diterima oleh Asep bersumber dari APBN Tahun 2016 sebesar Rp395.915.322,- dan APBD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016 Rp105.899.577,- 

Dana sebesar itu secara 4 tahap diterima oleh Asep Saepul bersama dengan Deris, Bendahara Desa. Asep Sampel lalu menyerahkan Rp109.000
000,- kepads Deris untuk penyelengaraan Kegiatan Pemerintahan Desa sedangkan sisanya tetap berada di Asep. Dari semua penggunaan dana Asep tidak bisa mempertanggungjawabkan sebesar Rp126.660.524,-
Akibat perbuatannya yang telah merugikan keuangan Negara, Asep Saepul Bahri dikenakan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo. Pasal 18 UU RI No. 31 Tahun 1999 Tentang PTPK Sebagaimana telah dirubah dan ditambah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 Tentang  Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 Tentang PTPK dengan ancaman pidana maksimal 20 Tahun, dikenakan pidana denda dan Uang Pengganti.

Atas dakwaan JPU, Asep Saepul Bahri melalui Penasehat Hukumnya, Ira M. Mambo, SH.,MH tidak mengajukan Nota Keberatan/Eksepsi. Sidang Lanjutan akan dilanjutkan Rabu minggu depan dengan agenda pemeriksaan para saksi dan bukti. (Y CHS).

Berita Terkait


 Terbaru