Wed,17 January 2018


Dihukum 12 Tahun Dian Hidayat Terbukti Sebagai Perantara Jual Beli Ganja

Indofakta 2018-01-11 21:22:11 Hukum / Kriminal
Dihukum 12 Tahun Dian Hidayat Terbukti Sebagai Perantara Jual Beli Ganja

BANDUNG - Pengadilan Negeri Kls I A Khusus Bandung menjatuhkan hukuman pidana penjara selama selama 12 tahun dan pidana denda sebesar Rp1 milyar subsider 6 bulan kurungan.

 

Putusan yang telah dibacakan melalui Majelis Hakim yang diketuai Heru Prakoso pada 4/1/2018 itu menjadi Putusan tetap (inkracht) setelah selama 1 minggu tidak ada upaya hukum baik dari terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU).

 

Hal tersebut disampaikan Ira M. Mambo, SH.,MH kepada indofakta online (11/1/2018). Menurut  Penasehat Hukum terdakwa Dian Hidayat itu, bahwa JPU menerima Putusan tersebut juga  terdakwa tidak ada upaya hukum lagi. Dengan demikian, maka Dian Hidayat (19) yang sebelumnya dituntut 18 tahun pidana penjara dikurangi selama masa dalam tahanan sementara. Terdakwa juga dikenakan pidana denda sebesar Rp1 milyar subsider 6 bulan kurungan akan menjalankan Putusan tersebut. 

 

Sebagai pihak yang dipersalahkan, Ira dalam pembelaannya menyatakan bahwa sebenarnya posisi Dian Hidayat itu adalah korban dari sindikat. Terdakwa merupakan bagian dari proses peredaran narkotika. Peredaran narkotika yang terjadi saat ini merupakan tanggungjawab bersama yaitu keluarga, masyarakat dan pemerintah. Maraknya peredaran tersebut karena para pelaku intelektualnya masih bebas berkeliaran dan meraup keuntungan yang tidak sedikit. Meskipun demikian terdakwa tetap salah dan kami hanya mohon keringanan hukumannya, kata Ira. 

 

Majelis Hakim sepakat dengan tuntutan dari JPU Cucu Gantina, SH dan A. Nurhidayat, SH yaitu terbukti telah melanggar Pasal 114 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 1997 Tentang Narkotika yang berbunyi : Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp. 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).”

 

Terdakwa pada tanggal 21 Juli 2017, bertempat di pinggir jalan Gang Mencos Kampung  Babakan Desa Karangan Kecamatan Gunung Putri Bogor menunggu kiriman barang narkotika berupa ganja yang dikirim melalui Indah Cargo. Sebelumnya terdakwa sudah menerima kontak dari Rian (belum tertangkap) untuk mengintai paket yang akan dikirim melalui Indah Cargo yang berada di warung dekat Toko Galon isi ulang di gang Mencos dekat rumah kontrakan terdakwa. Petugas Indah Cargo lalu menurunkan dan menitipkan paket tersebut di warung kopi di sebelah Toko Galon tersebut. 

 

Tak lama setelahnya, terdakwa dihubungi oleh Sugiarto alias Ndut (belum tertangkap) yang menyuruhnya mengambil paket ganja seberat 10,2250 kilogram. Terdakwa lalu disuruh Rian agar paket tersebut dibawa ke rumah kontrakannya dan disimpan. Saat sedang keluar rumah kontrakannya, terdakwa ketemu dengan petugas Kepolisian dari Dit. Reskrim Narkoba Polda Jabar dan menanyakan " disimpan dimana barangnya" karena gerak-gerik perbuatan terdakwa sudah dipantau oleh petugas Kepolisian. Terdakwa lalu menjawab, "disimpan di rumah kontrakan." Mau diantar ke mana dan apakah terdakwa kenal dengan orang yang ditunjukkan fotonya, yang ternyata adalah Rian. 

 

Sekitar jam 16.05 terdakwa dibawa ke rumah kontrakannya dan dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan. Saat itu ditemukanlah kardus rokok gudang garam yang berisi 15 paket besar narkotika jenis ganja dibalut lakban coklat di dalam tas batik warna merah. Ganja tersebut adalah milik Sugiarto dan akan diserahkan kepada Rian. Dalam hal ini terdakwa menjadi perantara dan dijanjikan mendapat upah Rp2.500.000,- Dalam hal ini terdakwa belum sempat menerima upah yang dijanjikan. (Y CHS).

Berita Terkait