Wed,17 January 2018


Kepengurusan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Demak Akhirnya Terbentuk

Indofakta 2018-01-11 14:23:03 Daerah
Kepengurusan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Demak Akhirnya Terbentuk

DEMAK- Setelah sebelumnya konfercab ISNU ( Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama ) Demak  ditutup karena dead lock maka selasa 09 Januari konferensi dilanjutkan kembali, diniati dengan kebersamaan maka di Kegiatan ini diadadakam kembali, yang pada akhirnya dalam Konferensi tersebut menetapkan Ketua PC ISNU Demak 2018 - 2023 adalah Mat Naim Anwar. Adapun formatur yang terdiri atas 9 orang memutuskan, sekretaris, Ahmad Salim dan bendahara, Ali Maskun.

 

Setelah dipilih menjadi ketua Naim berjanji akan melakukan pendataan para sarjana NU di Kabupaten Demak yang jumlahnya ribuan.

 

Ia juga menyampaikan Kontestasi pemilihan pengurus sudah selesai, dan naim mengajak kontestan lain yang kemaren sempat memanas untuk bergabung bersama sama membesarkan ISNU Demak.

 

Kami juga bertekad memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah. ”Kami ingin memberikan sumbangsih kepada pemerintah daerah dengan kontruksi keilmuan yang kami miliki,” ujarnya.

 

Sementara itu  menurut sekretaris terpilih A. Salim menegaskan  pendapatan asli daerah (PAD) kita masih kecil yakni Rp 100 miliar.” Untuk itu, kata dia, ISNU sebagai Badan otonom NU diminta mampu mendata sumber daya manusia (SDM) internal. Pihaknya bersama ketua terpilih berjanji akan memanfaatkan pengurus cabang dan anak cabang yang di Kota Wali ini secara maksimal.

 

Terpisah  menurut MH. Ilyas  aktifis NU yang juga ketua IKADIN  Kab Demak ini menyampaikan selamat pada ketua terpilih dan berpesan agar  Segmentasi  ISNU yang notabene lebih mengutamakan pemikiran  harus bisa memberikan kontribusi gagasan dalam rangka  meningkatkan taraf pendidikan masyarakat kita.

 

"Dengan peningkatan pendidikan, diharapkan dapat membantu mengentaskan warga miskin di Demak yang besarnya mencapai 14,4 persen atau 360.000 orang." tegas Ilyas

 

Hal lain yang akan dirumuskannya diantaranya menyangkut, reorientasi pembangunan utamanya strategi pertumbuhan ekonomi dari sisi percepatan dan pemerataan agar lebih berkualitas. ”Sebab, grassroot dari masyarakat Indonesia itu NU, maka strategi harus diubah agar kesejahteraan tidak hanya dinikmati kelas menengah atas saja, tapi masyarakat bawah juga bisa merasakan tutup Ilyas yang juga ketua DPK apindo Demak ini. ( Nir/Mzr)

Berita Terkait