Wed,17 January 2018


Keluarga RN Tak Percaya Anaknya terlibat Teroris

Indofakta 2018-01-09 15:14:46 Serba Serbi
Keluarga RN Tak Percaya Anaknya terlibat Teroris

TASIKMALAYA -Keluaraga RN Di Tasikmalaya Jawa Barat,mengaku tak percaya adanya kabar RN ditangkap tim densus 88 anti teror dan polda kalimantan utara atas tuduhan sebagai terduga Teroris.

RN di mata keluarga merupakan orang baik,dan rajin mengaji dan taat beribadah. Berdasarkan bukti identitas kartu tanda penduduk (KTP), pelaku terduga teroris inisial RN (26) beralamat di Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya,Jawa Barat.

Pria kelahiran tasikmalaya 14 november 1996 ini dibekuk oleh densus 88 anti teror di jalan angkasa,nunukan,kalimantan utara,pada minggu 31 desmber 2017 yang lalu.

Meski keluarga terduga mengaku tidak percaya bahwa putra ke dua dari lima saudaranya terlibat jaringan teroris.

Pasalnya, kata paman terduga RN tidak pernah menunjukan hal –hal yang aneh atau komunikasi dengan orang lain. Selama tiga bulan dia berjualan parpum di nunukan kalimanatan utara.

dDalam aksinya di duga RN diketahui berperan dalam kepanitiaan hijrah filipina. Dalam kepanitiaan itu, RN sebagai agen yang bertugas di pos 2 nunukan,kalimantan utara.

Solih,kaka RN kepada sejumlah Wartawan Selasa (09/01/2018) menuturkan,"Pangaosan di masjid bada magrib safinah sulam malahan ku akinan di wuruk ngaona sehari harina biasa weh tidak mencurigakan setiap hari ge berbaur dengan masayarakat, pada saat anak saya di tangkap saya kaget ko kie kaayanan teu aya curiga naon naon percaya saurna ada surat dari polisi kaget teu aya curiga naon naon ko budak kie" Ujarnya.

Sementara itu,Tetangga RN Dani mengatakan,"setau saya biasa-biasa saja nga ada aktivitas yang menonjol, orangnya baik gaul cuma di luar wilayah kegiatanya nga tau, kalo oraganisasi di luar kurang tau cuma orang tuanya dagang di pasar ia sering bantu orang tuanya dagang di pasar" ujarnya.

RN telah diterbangkan ke jakarta melalui jalur udara pada selasa 2 januari 2018 kemarin siang. Hingga saat ini, RN masih diperiksa secara intensif terkait dugaan keterlibatannya dalam sejumlah aksi terorisme sepanjang 2017 di indonesia.(andri)

 

Berita Terkait