Wed,17 January 2018


Polda Jabar Hentikan Kasus Bupati Subang Berijazah Palsu

Indofakta 2018-01-03 14:16:53 Hukum / Kriminal
Polda Jabar Hentikan Kasus Bupati Subang Berijazah Palsu

BANDUNG - Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) resmi menghentikan kasus Bupati Subang, Imas Aryumningsih. Hal tersebut diketahui dari beredarnya Surat Ketetapan Penghentian Penyidikan Dit Reskrimsus Polda Jabar 29 Desember 2017. 

Surat Ketetapan Penghentian Penyidikan bernomor : SP.Tap/379/XII/Dit Reskrim Um tertanggal 29 Desember 2017 yang ditandatangani oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Umar Surya Fana itu antara lain menyebutkan, menghentikan penyidikan atas nama terlapor Hj. Imas Aryumningsih. Perempuan kelahiran Subang Jawa Barat (67 tahun/19 Agustus 1950) yang saat ini menjabat Bupati Subang dituding ijazah SMA miliknya palsu. Alasan Dit. Reskrim Um Polda Jabar menghentikan kasus tersebut adalah hasil gelar perkara pada hari Jumat, 29 Desember 2017 bertempat di Ruang Rapat Gelar Perkara Dit. Reskrim Um Polda Jabar bahwa perkara yang dipersangkakan bukan merupakan tindak pidana, memberitahukan penghentian penyidikan kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Barat serta pihak-pihak yang terkait, dalam hal tersangka ditahan segera dikeluarkan dan benda sitaan dikembalikan kepada orang atau mereka dari siapa benda disita atau kepada mereka yang paling berhak. 

Dalam pertimbangannya, Dit. Reskrim Um Polda Jabar menyatakan bahwa pelapor hanya memberikan bukti pembanding berupa fotocopy ijazah dan tidak ada penjelasan dari lembaga yang berwenang bahwa ijazah Imas Sulaeman tersebut diduga palsu. Penyidik juga merujuk pada Permendikbud No. 14 Tahun 2017 Tentang Ijazah dan Sertifikasi hasil Ujian Nasional dan No. 29 Tahun 2014 Tentang Pengesahan Fotocopy Ijazah/Surat Tamat Belajar Surat Keterangan Pengganti Ijazah/Surat Tanda Tamat Belajar Dan Penertiban Surat Keterangan Pengganti Ijazah/Surat Tamat Belajar Jenjang Pendidikan Dasar Dan Menengah.

Saat dikonfirmasi indofakta online (3/1/2018), Kepala Seksi Kamneg Tibum Kejati Jabar, Irfan Wibowo, SH membenarkan adanya Penghentian Penyidikan atas nama Terlapor Imas Sulaeman tersebut. Pihaknya sudah menerima pemberitahuan dari penyidik.

Informasi yang dihimpun indofakta online dari berbagai pemberitaan sebelumnya bahwa Imas Aryumningsih yang telah dilantik menjadi Bupati Subang pada 8 Juni 2917 itu dilaporkan ke Polda Jabar oleh Warlan dan Amri Malau dengan kuasa hukum Endang Supriadi ini sesuai dengan Laporan Polisi Nomor : LPB/530/VI/2017/Jabar tertanggal 7 Juni 2017 an. Pelapor Warlan. Dalam Laporannya, Warlan mengungkap sebagian bukti antara lain, surat nikah yang ditandatangani KUA pada 1 November 1969 atas nama Imas Aryumningsih. Tapi pada 8 November 1969 dikeluarkan ijazah atas nama Imas Sulaeman. Saat melaporkan, Warlan mempertanyakan, kenapa di surat nikah atas nama Imas Aryumningsih, tapi di ijazah namanya Imas Sulaeman. Harusnya kan sama. Memangnya sedang sekolah bisa nikah dulu ? Bukti ini harusnya jadi pertimbangan penyidik untuk memanggil terlapor,” ujarnya. Ijazah itu tidak ada nomor register dan tidak ada di stanbook. Padahal jika rusak, harusnya ada berita acara (BA). Bukti lainnya, adalah fakta jika ijazah terlapor dipotong di bagian atas, di bagian bawah dan di pinggirnya. Bagian atas ijazah itu sangat penting. Karena bagian itu menerangkan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 48 Tahun 1969, artinya itu menerangkan ijazah dikeluarkan sekitar tahun 1968/1969. Jika kemudian faktanya ijazah itu digunting atau dipotong. Perbuatan terlapor tersebut adalah merusak dokumen negara. (Y CHS).

Berita Terkait