Wed,17 January 2018


Lampaui Target Penerimaan Disyanjak Kota Bandung Tetap Difitnah

Indofakta 2017-12-26 08:36:26 Serba Serbi
Lampaui Target Penerimaan Disyanjak Kota Bandung Tetap Difitnah

BANDUNG - Dibalik kesuksesan Dinas Pelayanan Pajak (Disyanjak) Kota Bandung, lembaga itu dicoba difitnah oleh oknum tertentu dengan tujuan untuk memeras. Perbuatan tersebut harus dilaporkan oleh Walikota Bandung untuk memberi pelajaran kepada oknum atau siapapun agar berhati-hati menyatakan pendapat yang akurasinya diragukan.

Demikian diungkapkan oleh Aan Kandar Karnawan menanggapi adanya tindakan oknum dari Lsm tertentu yang ditujukan kepada Pimpinan Disyanjak Kota Bandung (25/12/2017). Kepada indofakta online, Aan Kandar Karnawan yang akrab disapa Mang Aan menyatakan, "Sebaliknya masih saja ada oknum yang mengatasnamakan Lsm melakukan tuduhan berbau fitnah tanpa data dan fakta secara pribadi yang berujung pada percobaan pemerasan. Hal itu jelas perbuatan melawan Hukum selain merusak nama baik Lsm dan menggangu kinerja selaku pengawal dan pengawasan terhadap pendapatan Negara," ujar tokoh dan Pembina Lsm itu.

Untuk itu Ketua Kajian Hukum Lsm Monitoring Community mendesak pihak Pemkot  Bandung segera melakukan koordinasi dengan Aparat Kepolisian untuk melakukan penindakan karena hal itu masuk dalam ranah Pidana Umum.

Ditambahkan oleh Mang Aan, biasanya modus pemerasan oknum lsm dengan cara melakukan sms/pesan pendek atau whatsapp yang isinya menuduh dan fitnah dengan bahasa yang vulgar/kasar sehingga dapat menggangu konsentrasi kerja Dinas dan akhirnya meminta sejumlah uang. Saya menilai ini sudah cukup bukti awal adanya tindak pidana pemerasan. 

Hasil Evaluasi lsm Monitoring Community untuk Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung di Akhir Tahun 2017, ketika Ema Sumarna dilantik menjadi Kepala Dinas Pelayanan Pajak (Disyanjak)13 Januari 2016 silam, besaran target pendapatan pajak reklame sudah disepakati oleh Pemkot dan DPRD Kota Bandung. Nilainya tak main-main, sudah tembus diangka Rp2 Triliun per tahun.

Menurutnya, "Dalam sejarah Pemkot Bandung belum pernah target pajak ditetapkan sebesar itu. Namun angka tersebut malah terlampaui lebih dari target. Untuk itu kami acungkan jempol dan apresiasi karena hal itu tidak mudah jika tidak ada upaya All Out dari Jajaran Disyanjak Kota Bandung.

Adapun tuduhan yang dialamatkan kepada Disyanjak Kota Bandung sebelumnya dimuat dalam bentuk Surat Pembaca yang dimuat pada salah satu media online pada tanggal 25 Desember 2017 dengan Judul : "Walikota Harus Tegur Birokrat yang Tidak Punya Etika." Materi opini dari salah satu warga (tanpa identitas, red) itu antara lain menyebutkan bahwa, "Penggelapan dan jual beli anggaran belanja dinas pajak kota Bandung, seolah bukan menjadi rahasia umum lagi, contohnya paket kerjaan makan minum. Saya melihat adanya kegiatan makan dan minum di kantor mereka yang pengeluarannya sebenarnya tidak sesuai dengan faktur yg di tagih kan ke bagian keuangan

Banyak faktur fiktif dimana kegiatan makan dan minumnya tidak ada tapi tetap di tagihkan.

“Saya melihat adanya jual beli paket pekerjaan pangadaan jasa dan barang,” ujar warga dalam surat pembaca tersebut. (Y CHS)

Berita Terkait