Sat,21 April 2018


PEMKAB SLEMAN MUSNAHKAN BARANG BUKTI MIRAS 5.050 BOTOL

Indofakta 2017-12-20 05:23:14 Daerah
PEMKAB SLEMAN MUSNAHKAN BARANG BUKTI MIRAS 5.050 BOTOL

SLEMAN -- Pemerintah Kabupaten Sleman memusnahkan barang bukti minuman keras (miras), Selasa (19/12), di Lapangan Pemda Sleman, setelah upacara peringatan Hari Nusantara, Hari Bela Negara dan Hari Ibu ke-89 yang diikuti staf ASN dan Forkompimda Pemerintah Kabupaten Sleman.

Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo, MSi, dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, mengapresiasi semua pihak yang turut serta melakukan pemberantasan peredaran miras ilegal di Kabupaten Sleman.

Bagi Bupati Sleman, langkah itu mampu menciptakan Kabupaten Sleman yang tertib, aman dan kondusif. "Dan penegakan peraturan daerah di Sleman bukan hanya kewajiban stakeholder saja, namun juga merupakan kewajiban seluruh lapisan masyarakat," papar Sri Purnomo.

Bupati Sleman berharap, tidak hanya mengandalkan kepolisian atau Satpol PP dan PPNS saja yang jumlahnya terbatas.  "Supaya efektif, maka perlu dibantu para stakeholder dan seluruh lapisan masyarakat untuk mewaspadai maraknya berbagai penyakit masyarakat,” ungkap Sri Purnomo.

Dikatakan pula oleh Sri Muslimatun, hal yang lebih penting dari pemusnahan barang bukti itu adalah tindak lanjutnya. "Saya berharap pihak berwenang ke depan mampu meningkatkan kegiatan operasi demi mencegah merebaknya penyakit masyarakat," kata Sri Muslimatun.

Di sisi lain, Hery Sutopo, Kasatpol PP Kabupaten Sleman, mengungkapkan, angka penyalahgunaan miras di Kabupaten Sleman dari tahun ke tahun tidak menunjukkan penurunan. "Sebaliknya, angka penyalahgunaan minuman beralkohol meningkat setiap tahunnya," kata Hery yang menambahkan hal itu dapat dilihat dari hasil operasi miras yang dilakukan Satpol PP Sleman jumlahnya selalu meningkat.

Pada tahun 2015-2016 tidak kurang dari 4.000 botol. Dan tahun 2017 ini meningkat menjadi 5.050 botol. Satpol PP Sleman berhasil mengamankan 5.050 jenis minuman beralkohol dalam bentuk botol, kaleng, plastik dan jerigen.

Adapun  rinciannya antara lain miras standar buatan pabrik sebanyak 4.739 botol dan 148 kaleng, minuman beralkohol jenis oplosan sebanyak 151 botol, 5 plastik ukuran 0,5 kg dan 7 jerigen dengan volume 20 liter.

Sidang dilaksanakan sebanyak 7 kali dengan jumlah pelanggar sebanyak 29 orang yang merupakan penjual minuman beralkohol. Dua orang di antaranya dikenakan denda Rp 25 juta subsider 7 hari kurungan. (Affan)

 

Berita Terkait