Sun,22 July 2018


PN BANDUNG TOLAK PRAPERADILAN WAWAN HERMAWAN

Indofakta 2017-12-19 15:12:07 Hukum / Kriminal
PN BANDUNG TOLAK PRAPERADILAN WAWAN HERMAWAN

BANDUNG - Pengadilan Negeri Bandung Kls I A Khusus akhirnya menolak seluruh permohonan Praperadilan yang diajukan oleh Wawan Hermawan.

Hal tersebut terungkap dari Putusan yang disampaikan oleh Pengadilan tersebut (19/12/2017). Melalui Hakim Tunggal Hakim I Dewa Suarditha, SH dalam perkara dengan Register No. 26/Pid.Pra/2017/PN.Bdg tertanggal 17 November 2017 itu menyatakan bahwa penangkapan dan penahanan atas diri tersangka Wawan Hermawan sah menurut hukum. Penyidik sudah cukup bukti untuk menangkap dan menahan tersangka di rutan serta penyidikan oleh Termohon sudah memenuhi unsur dan sah menurut hukum. Permohonan yang diajukan tidak beralasan dan harus ditolak seluruhnya. Hal ini dengan memperhatikan aturan-aturan manajemen yang ada pada Termohon yang sudah diatur dalam Perkap Kapolri dan ketentuan yang diatur dalam Surat Bareskrim Polri. 

Permohonan Praperadilan dimohon oleh Wawan Hermawan (57). Wawan yang ditangkap, ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di rutan dilakukan secara tidak sah oleh Penyidik Polda Jabar/Termohon. Kepada Ketua Pengadilan Negeri Bandung Kls IA Khusus melalui Penasehat Hukumnya, Ramsen  Marpaung, SH., MH dan Leni Anggraeni, SH., MH, Wawan Hermawan memohon agar Pengadilan Negeri Kls I A Khusus Bandung mengabulkan seluruh Permohonannya, memerintahkan Sprindik terhadap Termohon sebagai tersangka tidak sah dan tidak berdasarkan hukum, menyatakan penyidikan yang dilakukan Termohon terkait dugaan peristiwa pidana yang mempersangkakan Pemohon  dalam Pasal 378 atau Pasal 372 Kuhpidana dan Pasal 2 ayat (1) huruf r dan g Jo. Pasal 3 Jo. Pasal 4 UURI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang adalah tidak sah dan tidak berdasar atas hukum. 

Status tersangka yang disandang Wawan Hermawan berawal dari adanya laporan Lim Toni Gunawan alias Tjuntjun ke Polda Jabar dengan Laporan Polisi No. LPB/221/III/2017/JABAR tanggal 06 Maret 2017. Laporan tersebut diduga karena adanya perbuatan pidana yang dilakukan oleh Wawan Hermawan terkait tukar-menukar Bilyet Giro yang mengalami kemacetan tak kurang dari Rp36.461.433.000,- ( tiga puluh enam milyar empat ratus enam puluh satu juta empat ratus tiga puluh tiga ribu). Jumlah tersebut merupakan tunggakan karena Wawan Herman telah membayar Rp213.090.588.754,- (dua ratus tiga belas milyar sembilan puluh juta lima ratus depan puluh delapan tujuh ratus lima puluh empat rupiah) dari jumlah tunggakan sebesar Rp249.461.433.000,- Selain itu Wawan juga membayar bunga 2%  dan denda yaitu Rp9.406.013.388 (sekitar 9 4 milyar).

Diakui oleh Wawan Hermawan terjadi keterlambatan pembayaran Giro Bilyet yang harus dibayar nya ke Lim Tonny Gunawan dan istrinya Lim Ay Ju. Dalam hal ini kedua tidak memberi toleransi dan melaporkannya je pihak kepolisian. 

Perkara tersebut lalu digulirkan oleh Termohon/Penyidik Polda Jabar dimana saat ini dalam proses penyidikan sesuai dengan Surat Perintah Penyidikan Nomor : SP. DIK/326/V/2027/Dit Reskrimsus tanggal 15 Mei 2017. Seterusnya Termohon memanggil Wawan Hermawan sebanyak 2 (dua) kali melalui Surat No. S.Gil/756/X/2017/Dit Reskrimsus tanggal 16 Oktober 2017dan No. S.Gil/756a/X/2017/Dit Reskrimsus tanggal 25 Oktober 2017. 
Akibat Wawan Hermawan tidak memenuhi 2 (dua) kali panggilan Termohon, maka Termohon melakukan upaya membawa/menjemput Wawan pada tanggal 10 November 2017 dari daerah Tasikmalaya. Termohon lalu melakukan penahanan di Rutan Polda Jabar. Saat Penangkapan, Termohon tidak menunjukkan Surat demikian juga untuk Penahanan, Termohon tidak menyerahkan Surat pemberitahuan kepada keluarga. (Y CHS).

Berita Terkait