Sun,22 July 2018


TAHAN WAWAN HERMAWAN, POLDA JABAR MENUAI PRAPERADILAN

Indofakta 2017-12-15 16:13:25 Hukum / Kriminal
TAHAN WAWAN HERMAWAN, POLDA JABAR MENUAI PRAPERADILAN

BANDUNG - Lingkup Kepolisian Daerah Jawa Barat untuk ke - 26 kalinya tahun 2017 menuai Praperadilan. Pasalnya Wawan Hermawan (57) ditangkap, ditetapkan sebagai tersangka dan diduga ditahan secara tidak sah. Oleh sebab itu Pengadilan Negeri Kls I A Khusus Bandung  agar memerintahkan Dit. Reskrimsus Polda Jabar selaku Termohon segera  mengeluarkan Wawan Hermawan selaku Pemohon dari Rumah Tahanan.

Demikian antara lain diungkap oleh Wawan Hermawan kepada Pengadilan Negeri Kls I A Khusus Bandung. Melalui Penasehat Hukumnya, Ramsen  Marpaung, SH., MH dan Leni Anggraeni, SH., MH, Wawan Hermawan dalam Permohonan Praperadilannya memohon agar Pengadilan Negeri Kls I A Khusus Bandung mengabulkan seluruh Permohonannya, memerintahkan Sprindik terhadap Termohon sebagai tersangka tidak sah dan tidak berdasarkan hukum, menyatakan penyidikan yang dilakukan Termohon terkait dugaan peristiwa pidana yang mempersangkakan Pemohon  dalam Pasal 378 atau Pasal 372 Kuhpidana dan Pasal 2 ayat (1) huruf r dan g Jo. Pasal 3 Jo. Pasal 4 UURI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang adalah tidak sah dan tidak berdasar atas hukum. 

Status tersangka yang disandang Wawan Hermawan berawal dari adanya laporan Lim Toni Gunawan alias Tjuntjun ke Polda Jabar dengan Laporan Polisi No. LPB/221/III/2017/JABAR tanggal 06 Maret 2017. Laporan tersebut diduga karena adanya perbuatan pidana yang dilakukan oleh Wawan Hermawan terkait tukar-menukar Bilyet Giro yang mengalami kemacetan tak kurang dari Rp36.461.433.000,- ( tiga puluh enam milyar empat ratus enam puluh satu juta empat ratus tiga puluh tiga ribu). Jumlah tersebut merupakan tunggakan karena Wawan Herman telah membayar Rp213.090.588.754,- (dua ratus tiga belas milyar sembilan puluh juta lima ratus depan puluh delapan tujuh ratus lima puluh empat rupiah) dari jumlah tunggakan sebesar Rp249.461.433.000,- Selain itu Wawan juga membayar bunga 2%  dan denda yaitu Rp9.406.013.388 (sekitar 9 4 milyar).

Diakui oleh Wawan Hermawan terjadi keterlambatan pembayaran Giro Bilyet yang harus dibayar nya ke Lim Tonny Gunawan dan istrinya Lim Ay Ju. Dalam hal ini kedua tidak memberi toleransi dan melaporkannya je pihak kepolisian. 

Perkara tersebut lalu digulirkan oleh Termohon/Penyidik Polda Jabar dimana saat ini dalam proses penyidikan sesuai dengan Surat Perintah Penyidikan Nomor : SP. DIK/326/V/2027/Dit Reskrimsus tanggal 15 Mei 2017. Seterusnya Termohon memanggil Wawan Hermawan sebanyak 2 (dua) kali melalui Surat No. S.Gil/756/X/2017/Dit Reskrimsus tanggal 16 Oktober 2017dan No. S.Gil/756a/X/2017/Dit Reskrimsus tanggal 25 Oktober 2017. 

Akibat Wawan Hermawan tidak memenuhi 2 (dua) kali panggilan Termohon, maka Termohon melakukan upaya membawa/menjemput Wawan pada tanggal 10 November 2017 dari daerah Tasikmalaya. Termohon lalu melakukan penahanan di Rutan Polda Jabar. Saat Penangkapan, Termohon tidak menunjukkan Surat demikian juga untuk Penahanan, Termohon tidak menyerahkan Surat pemberitahuan kepada keluarga.

Pengadilan Negeri Kls IA Khusus Bandung telah menunjuk Hakim I Dewa Suarditha dan telah membuka sidang pertama atas perkara No. 26/Pid.Pra/2017/PN.Bdg tertanggal 17 November 2017 itu. Namun sidang diundur selama 1(satu) minggu karena Polda Jabar /Termohon belum datang. 

Sementara itu Jawaban pihak Polda Jabar/Termohon yang disampaikan Anang Usman, SH mengatakan bahwa pihaknya telah menangkis semua Permohonan yang disampaikan oleh Pemohon. 

Agenda sidang pada hari ini (14/12/2017), pihak Pemohon mengajukan 2 (dua) saksi ahli yaitu ahli perbankan dari Bank Indonesia dan ahli Hukum Pidana, Dasuki dari STHB. Agenda selanjutnya adalah para pihak akan menyampaikan Kesimpulan sebelum Hakim memutus Praperadilan tersebut. (Y CHS).

Berita Terkait