Sun,21 January 2018


Disdik Jabar Rampungkan Revisi Kurikulum Bahasa Daerah

Indofakta 2017-12-13 15:41:03 Politik
Disdik Jabar Rampungkan Revisi Kurikulum Bahasa Daerah

JABAR -- Pemerintah dalam tahun 2017 telah menerbitkan kebijakan tentang revisi kurikulum nasional.

Kebijakan tersebut, berimplikasi pada revisi kurikulum semua mata pelajaran termasuk diantaranya kurikulum muatan lokal yaitu Bahasa Daerah.

Hal ini, diungkapkan Kepala BPPBD Disdik Jabar, Husein R Hasan dalam keterangannya kepada indofakta, Rabu (13/12).

Husein, dalam keterangannya mengatakan revisi kurikulum muatan lokal disesuaikan dengan kebutuhan daerah setempat.

Sejalan dengan hal itu, revisi kurikulum di tahun ini baru selesai untuk Bahasa Sunda, Bahasa Cirebon dan Bahasa Indramayu.

Untuk Bahasa lainnya yaitu Melayu Betawi diupayakan untuk tuntas di tahun depan.

Husen, lebih lanjut memaparkan revisi kurikulum Bahasa Daerah berimplikasi pada perubahan bahan pelajaran yaitu buku pelajaran.

Untuk buku pelajaran, dalam kurikulum tahun 2013 menggunakan buku pelajaran untuk siswa SD sampai SMA/SMK yang disediakan oleh pihak Dinas Pendidikan Jabar.

Seiring dengan revisi tersebut, buku pelajaran sumbernya diserahkan kepada penulis.

Sejalan dengan kebijakan itu, Disdik Jabar telah merampungkan evaluasi kelayakan buku yang dibuat penulis.

Dalam evaluasi yang dilaksanakan Juli 2017, telah teridentifikasi 10 penulis Bahasa Daerah yang sudah memenuhi kriteria.

Dari jumlah tersebut, ada 81 judul Bahasa Daerah. Adapun judul Buku Bahasa Daerah yang disediakan masing-masing SD 6 judul, SMP 3 judul serta SMA/SMK  masing-masing 3 judul.

Husein, dalam bagian lain keterangannya memaparkan dalam revisi kurikulum Bahasa Daerah, SDM dalam hal ini guru memegang peranan penting.

Pihak Disdik, terus memperkuat kualitas guru melalui program pelatihan seperti TOT.

Revisi kurikulum Bahasa Daerah, merupakan upaya pembinaan dan pelestarian Bahasa Daerah sebagai aset budaya nasional.

Hal ini, ujar Husein diperkuat dengan Perda Nomor 14 Tahun 2014 tentang Pelestarian Bahasa, Sastra dan Budaya Daerah.(nur)

Berita Terkait


 Terbaru