Wed,17 January 2018


Penghargaan Kota Cerdas Indonesia 2017 bagi Pemkot Yogyakarta

Indofakta 2017-12-11 15:15:19 Nasional
Penghargaan Kota Cerdas Indonesia 2017 bagi Pemkot Yogyakarta

YOGYAKARTA -- Atas capaian prestasi yang diraih kota Yogyakarta dalam Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) 2017 kategori kota sedang, Walikota Yogyakarta, Drs Haryadi Suyuti, menerima penghargaan dari Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, di Istana Wakil Presiden RI Jakarta, Senin (11/12).

 

RKCI yang diselenggarakan Institut Teknologi Bandung (ITB) merupakan sebuah kegiatan untuk melakukan pemetaan. Sehingga tiap kota mampu memahami kotanya menuju kota cerdas berdasarkan potensi dan karakternya masing-masing. 

 

RKCI 2017 mengukur 93 kota di Indonesia dengan klasifikasi kota besar, kota sedang dan kota kecil.

 

Wapres Jusuf Kalla, mengatakan, keberadaan teknologi hanyalah alat bantu untuk mencapai tujuan dan target dalam mewujudkan kota cerdas. "Namun kecerdasan manusia harus digabungkan dengan teknologi untuk memberikan kesejahteraan dan kemajuan yang lebih baik," kata Jusuf Kalla.

 

Bicara kota cerdas bukan kepada alatnya, tetapi hasilnya. Jadi, yang harus cerdas terlebih dahulu adalah manusianya atau pemimpinnya. "Kecerdasan manusia dipadukan teknologi akan menjadikan kota yang lebih baik dalam menghadapi tantangan,” kata Jusuf Kalla.

 

Walikota Yogyakarta, Drs Haryadi Suyuti, mengapresiasi kegiatan penghargaan RKCI 2017 yang dilakukan ITB yang telah melakukan pemeringkatan terhadap 93 kota di Indonesia. 

 

Kota Yogyakarta masuk dalam salah satu kota yang diapresiasi karena telah menerapkan dasar-dasar dalam  prinsip kota cerdas.

 

“Penghargaan yang kita terima ini menunjukkan bahwa pembangunan menuju kota cerdas di Pemerintah Kota Yogyakarta sudah pada track yang benar," kata Haryadi, Senin (11/12). 

 

Apa yang telah diraih Yogyakarta ini, menurut Haryadi, di satu sisi juga memacu untuk membawa dampak yang baik dari predikat kota cerdas yang telah kita didapatkan terhadap pelayanan masyarakat.

 

Menurut Walikota Yogyakarta, kota cerdas atau smart city  tidak hanya sebatas pada program kerja yang berbasis digital. "Namun esensi dari kota cerdas ini adalah bagaimana mampu untuk menerapkan prinsip-prinsip pelayanan dan aktivitas pemerintahan yang efektif dan efisien berbasis penerapan teknologi informasi serta membawa dampak pada penyederhanaan akses-akses publik," papar Haryadi.

 

Bagi Haryadi, untuk mewujudkan kota cerdas bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata. Yogyakarta yang dikenal sebagai kota pelajar membutuhkan komitmen dari empat pilar penting: pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha dan masyarakat kota Yogyakarta itu sendiri. (Affan)

Berita Terkait