Sun,21 October 2018


Dukung Pembinaan Usaha Produktif, Gubsu Raih Penghargaan

Indofakta 2017-12-08 19:09:44 Nasional
Dukung Pembinaan Usaha Produktif, Gubsu Raih Penghargaan

JAKARTA- Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyerahkan penghargaan kepada Gubernur Sumatera Utara DR H T Erry Nuradi atas dukungan dan pembinaan kepada perusahaan yang telah berhasil mendapatkan penghargaan produktivitas Paramakarya tahun 2017. Penghargaan disampaikan di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan di Jakarta, Jumat, (8/12).

Pada kesempatan itu Wakil Presiden RI Jusuf Kalla didampingi Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri juga menyerahkan Penghargaan Produktivitas tingkat nasional Paramakarya Tahun 2017 kepada 30 perusahaan baik perusahaan besar, menengah dan kecil. Dua perusahaan asal Sumut yaitu Ulos Sianipar dan Dumbo Jaya  termasuk dalam 30 perusahaan penerima penghargaan Paramakarya. 

Gubernur Sumut HT Erry Nuradi MSi pada kesempatan itu mengharapkan kepada pengusaha-pengusaha lain khususnya UMKM di Sumut untuk saling berlomba meraih prestasi terbaik. "Terbaik bagi diri sendiri tentunya bagi usahanya. Dan kalau dia berhasil tentunya meningkatkan produktivitas daerah, menabah lapangan kerjas dan pada akhirnya mengharumkan nama daerahnya, kabupaten/kota dan bahkan provinsi Sumatera Utara," ujar Gubsu Erry.

Penghargaan yang diperoleh lanjutnya dapat memicu para pengusaha dan pelaku-pelaku UMKM khususnya di Sumatera Utara untuk lebih berinovasi dan bekerja lebih baik lagi dalam meningkatkan produktivitasnya.

Gubsu juga menyebutkan bahwa untuk sekian kalinya provinsi Sumatera Utara memperoleh penghargaan seperti ini. Untuk tahun 2017 ini, jelas Gubsu, Provinsi Sumatera Utara diperoleh Ulos Sianipar dari Kota Medan dan Dumbo Jaya yakni usaha Ikan Asap dari kabupaten Serdang Bedagai. "Mereka ini adalah pahlawan-pahlawan UMKM Sumatera Utara yang berprestasi dan mendapat penghargaan dari Presiden RI yang diserahkan oleh Bapak Wakil Presiden Yusuf Kalla," sebut Gubsu Erry.

Seemntara itu, Wapres dalam sambutannya, menyatakan apresiasinya terhadap perusahaan yang mengelola produk sehingga memberikan nilai tambah dan bisa bersaing. "Jika tidak membuat produk baik, bisa kalah dengan produk negara lain (seperti) produk China, produk Vietnam, produk Thailand," kata Wapres mencontohkan. 

Selain itu, Wapres juga mendorong agar perusahaan dan pemerintah untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja melalui pendidikan dan pelatihan.  "Pelatihan agar skill-nya naik, agar bisa bersaing dengan luar negeri dan automation," ujarnya.  Salah satu cara peningkatan pelatihan, kata dia, adalah melalui Balai Latihan Kerja (BLK) yang tersebar di berbagai daerah. 

Wapres juga mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan anggaran bagi BLK untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja tersebut. Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengaku produktivitas tenaga kerja di Indonesia mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir meski belum bisa bersaing dengan negara tetangga. 

"Produktivitas kita masih di bawah Singapura, Malaysia, Thailand. Jepang bahkan tingkat produktivitasnya empat kali lipat di atas kita," ujarnya. Ia berharap penghargaan Pramakarya 2017 itu dapat mendorong perusahaan-perusahaan lain untuk meningkatkan produktivitasnya. 

Disampaikan Dakhiri, Penghargaan Paramakarya adalah penghargaan produktivitas tingkat nasional yang diberikan oleh Presiden RI setiap dua tahun sekali dan dimulai pada tahun 1994. Untuk tahun 2017, penghargaan diberikan kepada 30 perusahaan dari 192 perusahaan yang dinilai.

Penerima penghargaan itu terdiri atas satu perusahaan besar, 14 perusahaan menengah dan 15 perusahaan kecil yang berhasil mempertahankan dan meningkatkan produktivitasnya dalam dua tahun terakhir.  "Perusahaan-perusahaan ini adalah yang berhasil meningkatkan produktivitas kerjanya. Semoga penghargaan ini dapat memberikan motivasi kepada dunia usaha dengan terus-menerus melakukan perbaikan diri," katanya.

Dijelaskan Menteri, pada segmen perusahaan besar, penghargaan Paramakarya diraih oleh CV Intrafood Surakarta. Lalu, segmen perusahaan menengah, diisi oleh PT Mauquta Abadia Jawa Timur, PT Gunung Hijau Masarang Sulawesi Utara, Tom Burger Sumatra Barat, PT Tessena Inovindo Jakarta, CV Surya Alam Semesta Jawa Tengah, Ramadhan Kue Jawa Barat, CV Pusaka Bali Persada Bali, Batik Pertiwi Jawa Tengah, CV Tirta Taman Bali, UD Afifah Sulawesi Tengah, CV Shaniqua Marigold Bamboo Banten, Indonesia Villa Jaya Kalimantan Selatan, dan UD Jaya Gedeg Jawa Timur.

Segmen perusahaan menengah diraih oleh UD Akselerasi Kalimantan Tengah, Toko Pelawan Bangka Belitung, Anek Rendang Asese Sumatra Barat, Gaharu Plaza Indonesia Riau, Putri Bengkulu Bengkulu, CV Nacha Maluku, Celebes Mushroom Farm Sulawesi Selatan, PD Mawaddah Umulyatama Lampung, CV Serai Wangi Makmur Abadi Kalimantan Timur, CV Sambal CUK Jawa Timur, Alminana Sulawesi Selatan, Asri Rahayu Jawa Barat, Ulos Sianipar Sumatra Utara, UKM Makmur Jaya Maluku, dan Dumbo Jaya Sumatra Utara.(Rafa)
 

Berita Terkait