Thu,14 December 2017


Tina Setiati akui serahkan uang Puluhan Miliar kepada Novie Ramayanto

Indofakta 2017-12-05 17:36:54 Hukum / Kriminal
Tina Setiati akui serahkan uang Puluhan Miliar kepada Novie Ramayanto

BANDUNG - 47 Milyar uang diserahkan oleh Tina Setiadi melalui rekening suaminya di CIMB Niaga kepada Novie Ramayanto melalui Dewi Fitria. Uang itu dimaksudkan untuk meraih keuntungan 10 %. Novie memberi keuntungan sebesar Rp1 milyar. Uang yang dikembalikan itu diinvestasikan lagi sehingga kembali berjumlah Rp47 milyar. Namun sesudahnya baik Dewi Fitria Halim maupun Novie Ramayanto tidak mengembalikan uang tersebut.

Demikian terungkap dalam sidang pidana umum di Pengadilan Negeri Klas Khusus Bandung (5/12/2017). Dalam sidang dengan terdakwa Novie Ramayanto beraagendakan pemeriksaan pokok perkara. Tim Jaksa Penuntut Umum ( JPU) Mumuh, SH dan Lucky Afgani, SH menghadirkan 3 (tiga) orang saksi yaitu Tina Setiadi, Alvin (suami Tina) dan Julia Setiadi. Diakui oleh Tina bahwa  uang sejumlah itu bukan milik pribadinya tapi berasal dari teman-temannya yang juga percaya bahwa akan ada keuntungan. Penyerahan uang Rp47 milyar ditransfer sebanyak 6 (enam) kali. Pengembalian telah dilakukan 5 kali. Namun pokoknya diinvestasikan lagi. Ini  cerita investasi tanpa ada perjanjian tertulis,  kata Tina saat ditanyai JPU.

Penyerahan uang oleh Tina Setiadi kepada Novie Ramayanto tersebut merupakan  bagian dari Rp74.400.000.000,- (tujuh puluh empat milyar empat ratus juta rupiah) yang berhasil diraup terdakwa.

Julia Setiadi mentransfer sebanyak 3 kali ke rekening Dewi Fitria Halim dengan total Rp1,5 milyar. Transfer dilakukan secara bertahap per bulan Rp500 juta. Dari jumlah kerugian, sebanyak 2 kali telah dikembalikan ke Julia. Dijanjikan keuntungan 8 % per bulan. Transfer dilakukan dengan menggunakan rekening milik suaminya, Jimmi Sumarli. 

Pertemuan para saksi dengan terdakwa di cafe Humming Bird jalan Progo No. 14 Kota Bandung. Dari hasil pertemuan itu, Dewi tertarik  dengan informasi return yang disampaikan oleh Novie.

Di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Sutio Jumagi Akhirno, dalam sidang dengan register perkara No. 1209/Pid.B/2017/PN.Bdg  itu, dari penawaran yang diajukan oleh Novie, Dewi Fitria Halim tertarik sehingga pada bulan Maret 2012, Dewi Fitria Halim menyerahkan dananya untuk diinvestasikan pada saham Baturaja (SMBR), Saham investasi Agis, TBK (TMPI), Saham Perusahaan Gas Negara (PGAS), Saham  Bank Mandiri, TBK (BMRI), Saham Trada Maritime, TBK (TRAM), Saham Telekomunikasi, TBK (TLKM) dan Saham Laguna Citra (LCGP). 

Selanjutnya pada bulan Agustus 2012, Novie bertemu dengan Dewi Fitria Halim, Tina Setiadi, Simon Koshan, Julia Setiadi, Alvin Franajaya dan Jimmy Sumarli di Cafe Cumming jalan Progo No. 14 Kota Bandung. Kepada para korbannya, Novie kembali menjelaskan tentang proyek atau produk saham meliputi jatuh tempo dan target return. Setelah pertemuan itu, Tina Setiadi tertarik dengan produk investasi yang ditawarkan Novie. Tina lalu menghubungi Dewi Fitria Halim. Dewi atas persetujuan Novie memberikan nomor Rekening 4710100257117 Bank CIMB Niaga Cabang Solo atas nama Novie selaku penerima dana investasi dan batas waktu transfer dana/uang ke rekening Novie untuk ikut investasi yang berjumlah Rp47 milyar. Tina lalu memberitahukan kepada Dewi Fitria Halim perihal transfer tersebut. 

Selain menerima dari Tina, Novie Ramayanto juga menerima dana investasi dari Koesman Rp2,3 milyar, Julia Setiadi Rp1 milyar, Alvin Franajaya Rp85,4 milyar. Dana milik Alvin sudah dikembalikan dan tersisa Rp24,1 milyar. Uang ketiganya ditransfer ke rekening milik Dewi Fitria Halim yang selanjutnya oleh Dewi ditransfer ke rekening milik Novie. 

Sesuai yang dijanjikan yaitu akhir tahun 2013, Novie belum bisa mengembalikan  dana investasi milik para investor tersebut. Kemudian Novie dan Dewi Fitria Halim melakukan jadwal ulang untuk pengembalian dana investasi dengan alasan perlu lebih lama dalam proses pencairan dana investasi pada Februari 2014, namun janji ini tidak terealisasi. 

Novie lalu membuat janji baru melalui pertemuan pada 12 Agustus 2014. Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Dewi Fitria Halim, Tina Setiadi, Simon Koshan, Julia Setiadi dan Koesman di lobby hotel Trans Studio jl. Gatot Subroto Kota Bandung, Novie menjelaskan saham TRAM di suspend, akibatnya produk lain tidak dapat dicairkan karena menurutnya produk tersebut mencapai 60% - 65 % dari total dana investasi yang dikelolanya dan semua produk investasi tersebut saling berhubungan satu dengan lainnya. Pada saat itu, secara sekilas memperlihatkan terkait dengan saham yang diakuinya merupakan penempatan investasi dana milik para korban tanpa menyerahkan bukti-buktinya. Saat itu, Novie juga meyakinkan bahwa saham TRAM akan open suspend pada pertengahan - akhir September 2014 dapat dilaksanakan pencairan. Meskipun pada 23 September 2014 saham TRAM telah open suspend (telah dibuka) tetap saja Novie belum mengembalikan dana investasi milik para korban. Hingga saat ini tidak diketahui kemana/dana uang milik para investor itu berada. 

Novie Ramayanto, Amd yang masih menjalani penahanan saat ini di Rutan Kebon Waru Kota Bandung sejak 7 Juni 2017 itu didakwa berlapis secara alternatif dan akumulatif yaitu : 1. Pasal 378 KUHPidana atau 2. Pasal 372 KUHPidana atau 3. Pasal103 ayat (1) jo. Pasal 30 UU No. 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal atau 4. Pasal103 ayat (2) UU No. 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal Dan 5. Pasal 3 UU No. 8 Tahun  2010 Tentang  PPTPU (Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang) dengan ancaman 20 pidana penjara. (Y CHS).

Berita Terkait