Thu,14 December 2017


Sekda Zaenal Membuka Rakor Penanggulangan Kemiskinan

Indofakta 2017-11-30 16:49:22 Daerah
Sekda Zaenal Membuka Rakor Penanggulangan Kemiskinan

SUMEDANG -- Sekda Zaenal Alimin membuka Rapat Koordinasi Evaluasi Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Sumedang tahun 2016 yang diselenggarakan di Ruang Rapat Tadjimalela Bappppeda Kabupaten Sumedang, Kamis (30/11).

Hadir pada kesempatan tersebut, perwakilan SKPD terkait, perwakilan camat, Lurah,  serta undangan lainnya.

Kepala Desa Marjasari Kabupaten Indramayu Wartono menyampaikan gambaran kondisi wilayah geografis Desa Majasari yang sebelumnya kurang menguntungkan bagi sektor pertanian,  desa pemekaran yang masih banyak sarana dan prasarana yang harus dipersiapkan untuk menunjang produktifitas bidang pertanian. Kondisi tersebut berdampak pada perekonomian desa, sehingga menjadikan desa Majasari masuk kedalam peta kemiskinan dan menjadi sasaran Program IDT (Inpres Desa Tertinggal). Maka dari itu, kami membuat Visi dan Misi Desa Majasari yaitu Mewujudkan Masyarakat Majasari yang Religius, Aspiratif, Produktif, Inovatif,  dan Harmonis atau disebut juga Majasari Rapih,kata Wartono.

Dijelaskan Wartono, Inovasi pada Visi dan Misi Majasari RAPIH, Diartikan bahwa segala bentuk pembaharuan diperlukan dalam menghadapi tantangan jaman pada semua sendi kehidupan. Praktik Inovasi Desa ternyata sejalan dengan Program Inovasi Desa Kementrian Desa Di Tahun 2017,  PDTT  meluncurkan Program Inovasi Desa sebagai salah satu upaya dalam mempercepat penanggulangan kemiskinan di Desa melalui pemanfaatan dana desa secara lebih berkualitas dengan strategi pengembangan kapasitas desa secara berkelanjutan khususnya dalam bidang pengembangan ekonomi lokal dan kewirausahaan, pengembangan sumber daya manusia, pelayanan sosial dasar, serta infrastruktur desa,ujarnya.

Sementara itu Sekda Zaenal Menyampaikan  Trend capaian tingkat kemiskinan selama tiga tahun RPJMD (2014-2017) mengalami fluktuasi. Capaian tingkat kemiskinan melebihi target hanya terjadi pada tahun 2014 setelah itu capaian masih dibawah target pada tahun 2017-2018 target kemiskinan semakin menurun. “Oleh sebab itu, program penanggulangan kemiskinan harus fokus dan efektif menyasar masyarakat miskin karena dilihat dari tingkat kemiskinan Kabupaten Sumedang pada Tahun 2016 cukup tinggi,ujarnya

Zaenal mengatakan lebih lanjut, Trend capaian tingkat pengangguran selama dua tahun RPJMD (2014-2015) mengalami kenaikan walaupun pada tahun 2016 stagnan. Tingkat Pengangguran Kabupaten Sumedang cukup tinggi hal ini dapat dilihat dari tingkat Pengangguran Kabupaten Sumedang 9% di atas Tingkat Pengangguran Jawa Barat 8,89% dan Nasional 5,61,kata Zaenal 
Masih menurut Zaenal, dari sisi target, realisasi penanggulangan kemiskinan untuk tahun 2016 sudah cukup baik, karena berhasil menekan presentase penduduk miskin sebesar 10,57 persen, angka ini hampir mendekati target sebesar 10,31 persen. Namun demikian jumlah dan presentase penduduk miskin relatif masih cukup besar dan harus terus diturunkan pada tahun-tahun mendatang. Maka dari itu perlu dibentuk unit/kantor yang secara khusus menerima pengaduan, pendataan dan penanganan masalah kemiskinan secara terpadu, penetapan target dan pencapaian dengan ukuran/satuan yang jelas dan konsisten sehingga memudahkan untuk evaluasinya,pungkasnya.(rls/hms)

Berita Terkait