Thu,14 December 2017


Jelang Jambore Relawan, MDMC Tanggap Darurat di DIY

Indofakta 2017-11-29 19:30:48 Serba Serbi
Jelang Jambore Relawan, MDMC Tanggap Darurat di DIY

YOGYAKARTA – Jelang kegiatan Jambore Relawan Muhammadiyah ke-2 yang akan berlangsung di kota Malang pada 30 November - 3 Desember 2017, Pimpinan Pusat MDMC tetap menginstruksikan untuk sebagian relawan Muhammadiyah di tingkat wilayah tetap tinggal di masing-masing posnya.

"Agar bilamana terjadi kejadian bencana yang tidak diinginkan, MDMC tetap dapat melakukan respon bencana," kata Budi Setiawan, Ketua Pimpinan Pusat MDMC, yang menambahkan hal itu merupakan salah satu bentuk tanggungjawab moril yang dimiliki oleh seorang relawan Muhammadiyah.

Selepas melakukan rapat koordinasi untuk repons kejadian sebagai implikasi dari badai Cempaka yang muncul di perairan selatan Jawa, hari ini bertempat di Kantor PP MDMC Yogyakarta.

Beberapa kejadian, menurut Budi Setiawan, terjadi akibat dari munculnya badai Cempaka, di antaranya adalah hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah DIY, berakibat pada tumbangnya pohon di 23 titik, 7 titik kejadian longsor, 1 jembatan putus di dusun Ngangin, Tamantirto, Bantul, serta 2 titik genangan banjir di Playen dan Tanjungsari, Gunungkidul.

Ditambahkan Budi, saat ini MDMC terus melakukan koordinasi secara internal maupun eksternal untuk meng-update informasi-informasi serta melakukan tindakan-tindakan responsif untuk mengevakuasi warga terdampak bencana.

“Mempersiapkan diri untuk berangkat ke titik bencana menjadi sebuah tanggungjawab moril yang diemban oleh setiap relawan Muhammadiyah," papar Budi, yang menambahkan saat ini MDMC sudah melakukan koordinasi eksternal dengan Pusdalops BPBD DIY untuk mengevakuasi warga terdampak.

Juga melakukan koordinasi internal bersama organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah dan Lazis Muhammadiyah untuk bersama-sama melakukan penggalangan dana serta melakukan operasi terpadu. 

Sementara itu, Farid C, selaku Tim Assesmen Bencana Pimpinan Wilayah MDMC DIY, dihubungi pada waktu yang berbeda, menyatakan, kejadian banjir yang terjadi di dua titik di Kabupaten Gunungkidul merendam sekolah, rumah warga dan gedung pemerintahan. “Rendaman banjir di dua titik di dusun Kedung Wanglu, dusun Banyusoco, dan dusun Banjarharjo setidaknya melumpuhkan sebagian aktifitas sekolah, warga, dan juga perkantoran setingkat kecamatan,” kata Farid.

Adapub kebutuhan mendesak saat ini bagi warga terdampak bencana banjir dan longsor akibat dari badai Cempaka yang melanda wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta adalah hygiene kit, alat pembersih rumah, air minum, penerangan, selimut, terpal, tali tampar, kantong pasir dan sekop. 

Kebutuhan bagi warga terdampak urgent sifatnya. "Namun tidak kalah penting bagi kami selaku tim repson bencana memerlukan beberapa peralatan seperti chainsaw, trawing bag, pelampung, serta APD untuk masing-masing personel,” kata Farid, Rabu (29/11). (Affan)

Berita Terkait