Thu,14 December 2017


Novie Arista Selesaikan Kuliah Bermodalkan Nekad

Indofakta 2017-11-29 11:56:31 Edukasi
 Novie Arista Selesaikan Kuliah Bermodalkan Nekad

YOGYAKARTA -- Lulusan salah satu Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) di Yogyakarta ini, dapat bertahan dalam menghadapi setiap permasalahan. Mental perempuan kelahiran Purworejo bulan November 1994 ini, sudah ditempa sejak kecil.

Di sisi lain, Novie Arista, lulusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta yang memperoleh IP 3,96, sangat mengkhawatirkan ibunya, Ny Sudiyono. "Penyakit yang dideritanya membuat saya was-was, terkadang sampai tidak fokus kuliah," kata Novie.

Wisudawan terbaik S1 UAD periode November 2017, begitu khawatir terhadap kesehatan kedua orangtuanya. Pasalnya, Novie harus benar-benar bisa membagi waktu untuk studi dan merawat ibunya.

Menurut Novie, ibunya rutin menjalani pemeriksaan di rumahsakit. "Bagi saya, kuliah penting. Tapi, yang terpenting adalah ibu dan bapak. Tanpa keduanya saya merasa bukan apa-apa," papar Novie yang menambahkan kedua orangtuanya itu selama ini telah membesarkan dan terus berdoa untuk studinya.

Ayahnya seorang guru SD selalu tegas, keras dan bijaksana dalam mendidiknya. Sosok seorang ayah yang menjadi guru selama 35 tahun itulah yang juga terus mengajarkan pentingnya mempelajari ilmu agama.

"Kehidupan ayah selama ini yang melatarbelakangi kenapa saya masuk ke prodi pendidikan guru sekolah dasar," jelas Novie yang ingin meneruskan perjuangan ayahnya.

Menurut Novie, seyogyanya menjadi guru tidak hanya mengajarkan pengetahuan umum saja. "Tapi juga mendidik agar anak-anak memiliki akhlak yang baik, berkarakter, memahami dan mampu mengamalkan ilmu agama," tandas Novie.

Novie beranggapan, salah satu faktor yang menjadikannya bisa mencapai IP tinggi karena pembelajaran di UAD yang mengajarkan ilmu agama dan pengetahuan umum.

"Selain memberi pengetahuan umum, UAD juga mengajarkan ilmu-ilmu agama yang menjadi nilai tersendiri ketika kelak menjadi seorang pendidik," papar Novie di Kampus UAD Yogyakarta, Rabu (29/11).

Selama ini, Novie bisa belajar sambil mengaji dan mendalami ilmu agama. "Tidak salah lagi UAD termasuk universitas yang berkualitas dan berbasis ke-Islaman," tandas Novie.

Salah satu peristiwa penting yang akan terus diingat Novie adalah ketika sedang menyelesaikan skripsinya: ibu dan ayahnya jatuh sakit dan harus dirawat di rumahsakit. Terpaksa ia selesaikan skripsinya di rumahsakit sambil merawat keduanya.

"Waktu itu jelang lebaran kesehatan ibu tiba-tiba menurun. Beberapa minggu kemudian ayah saya juga dirawat di rumahsakit," kata Novie yang merasakan berlebaran di rumahsakit.

Novie sangat bersyukur bisa menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi meski bermodalkan nekad dan terus berdoa. "Saya harus nekad, terus berpikir positif, bersyukur dan berdoa kepada Allah SWT," pungkas Novie Arista. (Affan)

 

Berita Terkait