Thu,14 December 2017


Camat, Lurah dan Kepala Desa Ikuti Sosialisasi Saber Pungli

Indofakta 2017-11-28 18:58:48 Daerah
Camat, Lurah dan Kepala Desa Ikuti Sosialisasi Saber Pungli

SUMEDANG -- Para camat, lurah serta kepala desa Se-Kabupaten Sumedang mengikuti Sosialisasi Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kabupaten Sumedang Tahun 2017 di Aula Tampomas Gedung IPP, Selasa (28/11).

Sosialisasi tersebut diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang melalui Inspektorat Kabupaten Sumedang dalam rangka mencegah Pungutan Liar pada Aparatur Sipil Negara dalam pelayanan terhadap masyarakat.

Kegiatan sosialisasi yang dihadiri oleh unsur Forkopimda serta unsur SKPD tersebut menghadirkan Inspektur Kab. Sumedang,  Drs. H. Subagio, M. Si, dan  Kasat Reskrim POLRES Sumedang, AKP Dede Iskandar sebagai pemberi materi.

Dikatakan Bupati Sumedang, H. Eka Setiawan dalam sambutannya yang dibacakan oleh H.  Subagio, Pungli adalah fenomena sosial yang terjadi diseluruh pelosok tanah air dan sudah melanda pada pelayanan publik. Menurut Eka, hal tersebut bukan hanya menjadi perhatian masyarakat Sumedang, tetapi sudah memperoleh perhatian masyarakat dunia.

“Pemkab Sumedang telah berkomitmen mewujudkan pemerintahan yang bersih, akuntabel dan transparan tanpa adanya pungutan liar, salah satu caranya adalah dengan merespon cepat Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2016  tentang satuan tugas sapu bersih pungutan liar yang ditindak lanjuti dalam bentuk keputusan bupati dengan Nomor 700/KEP/205-BAPPPPEDA/2017 tentang pembentukan tim aksi pencegahan dan pemberantasan korupsi,’’kata Eka.

Dikatakan Eka lebih lanjut, sosialisasi dilaksanakan sebagai bentuk pencegahan terjadinya praktek pungli pada aparatur pemerintah. Menurutnya, aparatur pemerintah dituntut untuk meemahami serta memiliki kesadaran kolektif untuk taat  pada aturan-aturan yang telah ditetapkan.

“Saya himbau, kepada para peserta sosialisasi untuk dapat mencermati  dan memahami materi yang disampaikan agar dapat mengimplementasikannya dalam menjalankan tugas serta dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat tanpa adanya pungutan liar,”ujar Eka.

Menurut Eka, kehadiran pemerintah sebagai public service dituntut untuk mengakselerasi pencapaian tujuan pelayanan publik dengan memenuhi penyelenggaraan pelayanan publik yang sesuai dengan peraturan dan terwujudnya perlindungan dan kepastian hukum bagi masyarakat dengan memusuhi segala tindakan yang berbau Pungli.

“Pungutan liar adalah musuh kita bersama, oleh karena itu, segala bentuk pungutan liar segera diberantas secara tegas. Mudah-mudahan, dengan adanya program Saber pungli, kebiasaan-kebiasaan buruk dalam melayani masyarakat sudah tidak ada lagi,”ujarnya.

Disampaikan Bupati, harus ada sanksi yang diterapkan untuk oknum yang mencoba melakukan pungutan liar dalam bentuk apapun. “Saya harap, siapa saja oknum yang mencoba melaksanakan praktek pungli diberikan tindakan yang tegas, sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan’’kata Eka. (hms/rls)

Berita Terkait