Thu,14 December 2017


Yogyakarta Kembali Raih Swasti Saba Wistara

Indofakta 2017-11-28 16:31:17 Daerah
Yogyakarta Kembali Raih Swasti Saba Wistara
JAKARTA -- Yogyakarta kembali menerima penghargaan Swasti Saba Wistara atau penghargaan Kota Sehat kategori tertinggi. Prestasi ini berhasil ditorehkan Pemerintah Kota Yogyakarta untuk yang ke enam kalinya, berturut-turut. Penghargaan  diserahkan oleh Plt Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Diah Indrayanti, kepada Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, Selasa (28/11) pagi di Gedung Sasana Bhakti Praja Kemendagri Jakarta.
 
Walikota Yogyakarta mengapresiasi kepada berbagai pihak, baik dari jajaran Pemerintah Kota Yogyakarta maupun warga Kota Yogyakarta, atas prestasi yang diperoleh ini. “Saya ucapkan terima kasih pada seluruh warga Kota Yogyakarta," kata Haryadi Suyuti. Penghargaan itu, seperti disampaikan Walikota Yogyakarta, merupakan hasil kerja keras OPD di Pemkot Yogyakarta, Camat, Lurah, Puskesmas, dan warga Kota Yogyakarta. "Prestasi ini tidak akan terwujud tanpa adanya kolaborasi yang baik antara berbagai unsur," tutur Haryadi Suyuti yang berharap prestasi ini terus dipertahankan dan ditingkatkan lagi karena tantangan dalam mempertahankan dan mempertanggungjawabkan predikat Kota Sehat akan lebih berat lagi.
Penghargaan yang sudah diperoleh enam kali itu, menjadi tantangan bagi semuanya untuk mempertanggungjawabkan predikat ini.
"Kita harus menjaga kebersamaan dan kerja keras dalam mempertahankan predikat Yogyakarta sebagai Swasti Saba atau tempat bermukim yang sehat dan sejahtera," pinta Haryadi Suyuti.
 
Penghargaan bergengsi ini berhasil diraih Pemerintah Kota Yogyakarta karena dinilai mampu mempertahankan komitmennya dalam membangun sinergitas dengan berbagai pemangku kepentingan dan masyarakat dalam membangun sektor kesehatan melalui tujuh tatanan. 
 
Yaitu, tatanan ketahanan pangan dan gizi, kehidupan masyarakat sehat yang mandiri, kawasan pariwisata sehat, kawasan industri dan perkantoran sehat, kawasan sarana lalu lintas tertib dan transportasi, kawasan  pemukiman, sarana dan prasarana umum, dan kehidupan sosial yang sehat.
Untuk meraih predikat ini, diperlukan lima dari sembilan tatanan yang harus dipenuhi. Dan, Kota Yogyakarta berhasil memenuhi tujuh dari sembilan tatanan yang ada. Dua tatanan yang tidak diajukan adalah tatanan kawasan pertambangan sehat dan kawasan hutan sehat. "Karena Yogyakarta memang tidak memiliki dua kawasan tersebut," jelas Haryadi.
 
Indikator lain, paling tidak 70 persen kecamatan sudah masuk kategori Kecamatan Sehat. "Sehingga, di Yogyakarta kecamatan sehat sudah mencapai seratus persen," ungkap Fita Yulia Kisworini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta.
Menurut Fita, penghargaan Kota Sehat ini akan selalu beriringan dan bersinergi dengan penghargaan Adipura. Karena, kota yang sehat sudah pasti lingkungannya akan bersih.
 
“Dalam kota yang sehat pasti ada lingkungan dan sekolah yang sehat sehingga penghargaan Swasti Saba akan selalu bersinergi dengan Adipura dan Sekolah Adiwiyata," imbuh Fita.
 
Sementara, Ketua Forum Kota Sehat Yogyakarta, Hadi Prabowo, mengungkapkan, pembangunan kota sehat di Yogyakarta dimulai dari tataran paling bawah, yakni mulai dari Kelurahan Siaga. "Sehingga diperlukan partisipasi dari warga masyarakat melalui forum kota sehat sebagai penggeraknya," kata Hadi Prabowo.
 
Untuk mewujudkan kota sehat, pemerintah hanya membina. Sementara yang bergerak adalah masyarakat dengan Forum Kota Sehat sebagai penggeraknya. Membangun Kota Sehat, kata Hadi Prabowo, harus dimulai dari tingkatan yang paling bawah. "Saat ini mulai dari kelurahan siaga, nanti ke depannya akan dimulai dari RT siaga," terang Hadi. (affan)

Berita Terkait