Thu,14 December 2017


LPB PP Muhammadiyah Gelar Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah

Indofakta 2017-11-27 16:50:12 Serba Serbi
LPB PP Muhammadiyah Gelar Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah

YOGYAKARTA -- Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan menggelar Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah ke-2 dengan tema merekatkan kebersamaan dan meningkatkan ketangguhan, yang akan diadakan di Universitas Muhammadiyah Malang pada 30 November 2017 - 3 Desember 2017. 

Dalam kegiatan itu, mereka akan ikuti seminar nasional kebencanaan, pameran lomba foto challenge, gladi penanggulangan bencana dan kelas pengurangan risiko bencana serta uji kompetensi relawan meliputi SAR (search and rescue), medis, cerdas cermat dan psikososial.

Kegiatan -- kali pertama diadakan di Bantul tahun 2013 -- akan dibuka Presiden RI, Ir H Joko Widodo, pada 1 Desember 2017 dan dihadiri 2.000 relawan dari Sabang sampai Merauke, yang mewakili unsur Muhammadiyah dan Aisyiyah, sebagai upaya Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dalam pengurangan risiko bencana yang didukung 53 rumahsakit se-Indonesia.

"Dengan meningkatkan kapasitas relawan Muhammadiyah dalam penanggulangan bencana," kata Budi Santoso, SPsi, Ketua Divisi Pengurangan Risiko Bencana dan Kesiapsiagaan, Senin (27/11).

Di depan wartawan dalam pertemuan pers di Kantor PP Muhammadiyah Jl Cik Ditiro Yogyakarta, Ketua MDMC Indonesia, H Budi Setiawan, ST, mengatakan, kegiatan jambore dijadikan momentum berkumpulnya relawan Muhammadiyah yang berusia 18-40 tahun untuk meningkatkan kapasitas dalam penanggulangan bencana.

Indonesia memiliki catatan sejarah kejadian bencana yang tinggi. Hampir seluruh wilayah di Indonesia telah mengalami kejadian bencana.Serangkaian kegiatan jambore dapat dijadikan pemacu bagi relawan Muhammadiyah. "Sehingga pada saat penanggulangan bencana sudah memiliki kapasitas untuk menolong warga terdampak bencana," ungkap Budi Setiawan.

Seperti disampaikan Rahmawati Husein, Wakil Ketua MDMC PP Muhammadiyah, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) sebagai lembaga kemanusiaan di Muhammadiyah telah mengambil peran dalam penanggulangan bencana.

Hal yang menginisiasi MDMC untuk mengubah paradigma penanggulangan bencana bukan pada saat terjadi bencana saja. Melainkan penanggulangan bencana sekaligus upaya pengurangan risiko bencana.

"Perlu adanya pergeseran paradigma relawan kebencanaan dalam penanggulangan bencana," kata Rahmawati Husein, yang menambahkan mengingat Indonesia sebagai negara yang rawan bencana.

Semangat relawan Muhammadiyah dalam penanggulanhan bencana harus diimbangi dengan kapasitasnya dalam penanggulangan bencana. Sehingga upaya pengurangan risiko bencana dapat tercapai secara maksimal. (Affan)

 

Berita Terkait