Thu,14 December 2017


Tangani Konflik Sosial, Bupati Sleman Kenalkan Smart Room kepada Bupati Karangasem

Indofakta 2017-11-24 15:56:12 Daerah
  Tangani Konflik Sosial, Bupati Sleman Kenalkan Smart Room kepada Bupati Karangasem

SLEMAN - Sebanyak 24 orang terdiri dari pejabat dan Forkopimda yang masuk dalam Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Karangasem Bali melakukan studi banding ke Kabupaten Sleman, Jum'at (24/11).

Tim yang dipimpin Bupati Karangasem itu diterima Bupati Sleman di Smart Room lantai 3 Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman.

Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri, mengatakan, tujuan kunjungan ke Sleman untuk memperoleh informasi tentang upaya-upaya yang dilakukan Pemkab Sleman dalam menangani konflik sosial dan sara.

“Informasi ini akan kami pergunakan sebagai masukan agar Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Karangasem memiliki wawasan yang lebih luas dalam mengupayakan dan menciptakan stabilitas daerah,” tutur I Gusti Ayu Mas Sumatri.

Tantangan stabilitas keamanan, ketenteraman dan ketertiban di wilayah, seperti dikatakan I Gusti Ayu Mas Sumatri, meliputi faktor internal dan eksternal.

Terlebih, saat ini Kabupaten Karangasem sedang mengalami bencana praerupsi Gunung Agung yang mengakibatkan 139.000 jiwa harus mengungsi.

Faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi stabilitas daerah sering dibahas dalam rapat Forkopimda dengan memberi masukan pada Komunitas Intelijen Daerah secara timbal balik

Bupati Sleman, Sri Purnomo, menyampaikan, penyelesaian konflik di Kabupaten Sleman salah satunya dengan melakukan pertemuan di smart room, yang merupakan salah satu fasilitas yang dimiliki Kabupaten Sleman dalam menjalankan crisis management dengan dilengkapi infrastruktur yang diperlukan.

"Di mana jajaran tinggi pemerintah kabupaten bersama-sama dengan tim untuk melakukan meeting, mengambil keputusan, menugaskan, mengkoordinasi, memonitor dan mengontrol seluruh tindakan yang diperlukan sebagai respon terhadap krisis atau permasalahan yang dihadapi," papar Sri Purnomo.

Respon itu meliputi tindakan tanggap darurat, action plan untuk perbaikan dan pemulihan, langkah pengadaan, dan langkah penyediaan informasi publik.

Smart eoom  Kabupaten Sleman dioptimalisasikan sebagai ruang monitoring kondisi kewilayahan Kabupaten Sleman, ruang monitoring penerapan sistem informasi, ruang koordinasi pengendalian pembangunan, dan ruang koordinasi OPD.

Selain itu, ruang ini menangani aduan dan keluhan masyarakat, ruang pembelajaran teknologi informasi, ruang media center pada saat kedaruratan serta ruqng video conference antara jajaran Pemkab Sleman dengan masyarakat.

Sleman dan Karangasem mempunyai kemiripin. Selain sama-sama daerah wisata dan memiliki gunungapi, kedua kabupaten ini ini juga dikenal memiliki buah salak sebagai komoditas.

Sri Purnomo menyampaikan pujiannya kepada Kabupaten Karangasem yang mampu menjaga harga komoditas salak Bali, yang harganya stabil dan jauh lebih mahal dibanding salak pondoh asli Sleman. (Affan)

Berita Terkait