Thu,14 December 2017


Meriah, Festival Jogja Gumregah

Indofakta 2017-11-24 07:45:52 Serba Serbi
Meriah, Festival Jogja Gumregah

YOGYAKARTA - Festival Jogja Gumregah yang berlangsung sepanjang hari Jum'at, 24 November 2017 di Sanggarbambu Dusun Tempuran, Tamantirto, Kasihan, Bantul, berlangsung meriah. 

Pasalnya, acara bertemakan "Srawung Jogja: Temu Komunitas Budaya" ini, mempersembahkan 26 komunitas penampil dan 8 orang narasumber mewakili lintas komunitas, yang berbagi cerita dan pengalaman dalam menggerakkan masyarakat. 

"Total menghadirkan 250 orang penggiat komunitas dan kru pendukung," kata Widihasto Wasana Putra, ketua penyelenggara.

Sesi pertama pukul 09.00 - 12.00 WIB, diisi melukis bersama perupa Yogyakarta, Sanggarbambu, umum dan SMSR out door class, yang dikoordinir perupa Kumbo Adiguna. Acara melukis bersama ini, dimeriahkan dengan penampilan musik jimbe dari Sanggar Anak Alam Nitiprayan dan improvisasi gerak oleh seniman Gareng, pentas komunitas musik Gasebu, puisi Bunga Awanglong, musik akustik pinky boy serta geguritan dari komunitas Senja Bersastra di Malioboro.  

Sesi ke dua pukul 13.00 - 17.30 WIB, dibuka dengan arak-arakan Bregada Winata Manggala dari Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, tarian naga dan tarian Thionghoa dari Jogja Chinese & Art Culture Centre,  tarian jathilan anak dari dusun setempat, tarian garuda oleh Tedjo Badut,  teaterikal oleh Liek Suyanto, pembacaan puisi Whani Darmawan dari komunitas Omah Kebon dan pentas pencak koreo dari Paseduluran Angkringan Silat.

Setelah itu, dilanjutkan dengan talkshow menghadirkan Nanang dari Rumah Garuda, Ki Boyong dari Komunitas Pelestari Sungai, Katin Subiyantoro dari Gerakan Rakyat Cinta Pancasila dan Sanggar Boneka Bagong Subardjo.

Berikutnya, diteruskan penampilan Power Princess Violin dari Sekolah Musik Alam asuhan Ucok Hutabarat, menyanyi dan puisi anak-anak Jogja Acting Studio dari Komunitas Istimewa Kreatif dan ditutup penampilan Sanggar Kemilau Daur Ulang pimpinan Wiwik Pungki Art Fashion.  

Sesi ke tiga pukul 19.00 WIB, dibuka dengan penampilan kelompok kesenian Singir Kembaran asuhan seniman Otok Bima Sidarta. Disusul musikalisasi puisi Untung Basuki dari kelompok Sabu yang membawakan tiga repertoar: Wanagama, Nyanyian Subur, Rembulan dan Matahari. 

Acara dilanjutkan dengan talkshow menghadirkan Faiz Ahsoul dari Komunitas Radio Buku,  Rizki Kurniawan dan Citra Siagian dari Jogja Berkebun, Adit dari Jogja Nyah Nyoh dan Kuat dari Jembatan Edukasi Siluk Imogiri.  

Seusai talkshow diteruskan penampilan waosan cerkak Paguyuban Kembang Adas dan Nusantara Baca yang dibawakan Margono Wedyapranaswara, Ami Simatupang, Yohanes Siyamta dkk. Membawakan naskah berjudul "Siluman Bandar Narkoba" karya Emanuel Harya Suraminata. 

"Setelah itu, tampil kidung dan geguritan dari Omah Cangkem pimpinan Pardiman Djoyonengoro, dilanjutkan penampilan kolosal dari Sastra Kanjeng dengan baca puisi,  tari keris dan tari topeng diiringi musik hadroh dan gamelan," papar Widihasto dari Sekber Keistimewaan DIY.

Hadir pula display instalasi Wayang Republik koleksi Sekber Keistimewaan DIY dan Ki Catur Benyek Kuncoro berupa tokoh-tokoh wayang pejuang revolusi kemerdekaan Republik Indonesia seperti Bung Karno, Bung Hatta, HB IX,  PA VIII, Ki Hajar Dewantara dll, yang akan disandingkan dengan tokoh antagonis Kolonel Van Langen dan prajurit kolonial Belanda.  

Pokja Penguatan Lembaga Pengelola dan Pelestari Warisan Budaya Dinas Kebudayaan DIY selaku penyelenggara acara berharap, kegiatan Srawung Jogja yang menghadirkan lintas komunitas ini, bisa saling menyemangati dan memberi inspirasi kiprah sosial kreatif berkelanjutan serta memperkokoh tekad semangat "nyawiji golong gilig saiyeg saeko kapti" dalam membangun Jogja Istimewa. (Affan)

Berita Terkait