Tue,12 December 2017


Pemkot Yogyakarta Bantu Siswa Kurang Mampu

Indofakta 2017-11-21 18:57:21 Edukasi
Pemkot Yogyakarta Bantu Siswa Kurang Mampu

YOGYAKARTA -- Pemerintah Kota Yogyakarta, melalui Dinas Sosial, menyalurkan bantuan dari Lembaga Orang Tua Asuh (L-OTA) kepada siswa SD hingga SMA/SMK di Kota Yogyakarta yang berasal dari keluarga kurang mampu. 

Penyerahan bantuan diselenggarakan pada Selasa (21/11) pagi di Graha Pandawa, Kompleks Balaikota Yogyakarta, yang secara simbolis diserahkan oleh Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Titik Sulastri.

Walikota Yogyakarta, Drs H Haryadi Suyuti, melalui sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekretaris Daerah, Titik Sulastri, mengapresiasi penyerahan bantuan tersebut. 

Menurut Haryadi, bantuan ini merupakan bentuk dari pengejewantahan spirit segoro amarto dalam memantapkan predikat Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan.

Predikat Kota Pendidikan di satu sisi merupakan kebanggaan. "Namun di sisi lain memberikan tanggung jawab bagi kita karena tidak semua anak memiliki kesempatan yang sama," kata Titik Sulastri membacakan sambutan tertulis Walikota Yogyakarta. 

Ketidakmampuan secara ekonomi, bagi Walikota Yogyakarta, diperlukan sense of crisis semua pihak untuk secara sadar mau bekerjasama mempersiapkan masa depan anak-anak melalui perluasan kesempatan bersekolah. 

"Saya sangat bersyukur bahwa makna gerakan segoro amarto hari ini dapat terwujud dalam bentuk penyerahan bantuan pendidikan oleh Lembaga Orang Tua Asuh DIY dan Kota Yogyakarta beserta para pengusaha," tulis Walikota yang berharap bantuan ini dapat memberi manfaat.

Dijelaskan Hj Tri Kirana Muslidatun, Ketua L-OTA Kota Yogyakarta, bantuan yang disalurkan kali ini diterima 1.238 anak meliputi siswa SD/MI 923 siswa, 295 siswa SMP/MTs, dan 20 siswa SMA/MA.

Untuk siswa SD memperoleh bantuan sebanyak Rp.120.000,00, siswa SMP sejumlah Rp. 180.000,00 dan siswa SMA mendapat bantuan Rp. 240.000,00. 

Total dana bantuan tahun 2017 sejumlah Rp. 168.660.000,00 terdiri dari bantuan L-OTA DIY Rp. 41.280.000,00 dan L-OTA Kota Yogyakarta sebanyak Rp. 127.380.000,00.

Dan untuk saat ini, siswa tidak mampu di Kota Yogyakarta yang sudah tercover bantuan L-OTA mencapai 75 persen. "Ini berkat sumbangsih pengusaha yang ada di Kota Yogyakarta," kata Tri Kirana Muslidatun, yang menambahkan semoga ke depannya semakin banyak pengusaha yang turut serta.

Lebih Lanjut, Ana Haryadi meminta agar penerima bantuan benar-benar memanfaatkan bantuan itu sebaik-baiknya untuk mendukung kegiatan belajar.

“Pokoknya bantuan ini harus digunakan untuk keperluan sekolah," tandas Ana Haryadi. "Nggak boleh buat beli HP atau game dan hal lainnya."

Salah seorang penerima bantuan, Feni, akan menggunakan bantuan sebanyak Rp.180.000, 00 untuk membayar SPP. "Bantuan itu sangat membantu meringankan beban ekonomi keluarga saya," tandas Feni. "Adanya bantuan ini akan mengurangi beban ekonomi keluarga." (Affan)

 

Berita Terkait