Thu,14 December 2017


YPS Gelar Ngumbah Pusaka

Indofakta 2017-11-20 15:39:28 Serba Serbi
YPS Gelar Ngumbah Pusaka

SUMEDANG - Dalam rangka pangeling-eling Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H /2017 M, Yayasan Pangeran Sumedang (YPS) menggelar tradisi Ngumbah Pusaka yang dilaksanakan di Gedung Srimanganti, Museum Prabu Geusan Ulun, Senin (20/11).

Prosesi Ngumbah Pusaka rutin dilaksanakan setiap tanggal 1 – 11 Maulud dan bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhamad SAW tersebut dihadiri secara langsung oleh Bupati Sumedang, H. Eka Setiawan, unsur Forkopimda, Unsur SKPD, Disparbud Jawa Barat, para kasepuhan, pemangku adat, tokoh agama, tokoh masyarakat serta undangan terkait lainnya.

Ngumbah Pusaka diawali dengan acara Ngarak Pusaka. Ngarak Pusaka merupakan satu prosesi dimana benda-benda pusaka dikeluarkan dari Museum, kemudian di arak mengelilingi komplek museum dan Gedung Negara dengan dipimpin oleh Ketua Pengarak Pusaka, Rd. Rulani siregar (Uli Siregar) serta diikuti oleh pasukan pengarak yang terdiri dari pasukan abdi kerajaan beserta masyarakat adat.

Dikatakan Rd Akhmad Iqbal Brata Surya, Ngumbah Pusaka merupakan tradisi yang setiap tahunnya diadakan oleh YPS untuk menghormati serta merawat peninggalan para pendahulu secara turun temurun. ‘’Acara ini kami selenggarakan secara marathon yang dimulai dari hari ini. Prosesi Ngumbah Pusaka ini diharapkan bisa menjadi salah satu tujuan wisata di Sumedang,”kata Rd. Akhmad.

Menurut Rd. Akhmad, ada 7 Benda Pusaka yang dicuci pada tanggal (hari ini) diantaranya, Pedang Ki Mastak yang merupakan peninggalan Prabu Tadjimalela,  Keris Ki Dukun peninggalan Pangeran Atmabrata  atau Prabu gajah Agung, Keris Panunggul Sakti peninggalan Prabu Geusan Ulun, Nagasasra 1 & 2 peninggalan Bupati Wedana Pangeran Rangga Gempol III dan Pangeran Kornel serta Badik Curuk Aul 1-2 peninggalan Embah Jaya Perkosa.

“Pada Kesempatan ini, Bupati Sumedang, H. Eka Setiawan akan Ngumbah Pusaka Pedang Ki Mastak, dilanjutkan oleh Ngumbah Pusaka Keris Ki Dukun oleh Sesepuh karaton Sumedang Larang,  Rd. Ikik Lukman Soemadisoeria, kemudian Ngumbah Pusaka Keris Panunggul Naga oleh Rd. Luky selaku ketua yayasan serta diikuti oleh pencucian Ngumbah Pusaka lainnya,”ujarnya.

Sementara itu Bupati Eka dalam sambutannya mengatakan Prosesi Ngumbah Pusaka merupakan suatu tradisi dan bukan sesuatu yang melanggar Agama. Menurutnya, benda-benda pusaka yang merupakan peninggalan para raja dan karuhun Sumedang tersebut harus dilestarikan sebagai pengingat untuk generasi muda kepada para pendahulunya.

“Tradisi Ngumbah Pusaka harus terus dilestarikan, pasalnya kegiatan ini bisa memberikan pengetahuan kepada para penerus bangsa bahwa Kabupeten Sumedang, dulunya merupakan kerajaan besar yang menjadi penerus dari kerajaan Pajajaran,’’kata Bupati Eka.

Dikatakan Eka, Ngumbah Pusaka selain secara rutin dilaksanakan oleh YPS diharapkan juga juga penyajiannya dikemas sedemikian rupa agar dapat menarik para wisatawan. “Selain menjadi sebuah prosesi rutinan, hendaknya Ngumbah Pusaka ini bisa menjadi daya tarik para wisatawan untuk mengunjungi Sumedang,”ujar Bupati diakhir sambutannya.(hms/rls)

Berita Terkait