Tue,12 December 2017


Sleman Raih Penghargaan dalam Gerakan Menuju 100 Smart City 2017

Indofakta 2017-11-15 16:44:00 Nasional
 Sleman Raih Penghargaan dalam Gerakan Menuju 100 Smart City 2017

JAKARTA – Sebanyak 24 kota/kabupaten yang terpilih di tahap pertama gerakan menuju 100 smart city telah berhasil menyusun masterplan pengembangan smart city, yang berisi berbagai program masing-masing daerah sampai 10 tahun ke depan dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi.

 

Selain masterplan, setiap daerah diwajibkan membuat program quickwin, yang dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat maupun pemerintah daerah. Quick win bisa menjadi gambaran bagi masyarakat mengenai efektivitas program smart city.

 

Sebagai bentuk apresiasi kepada 24 kota dan kabupaten yang telah menyelesaikan tahap pertama gerakan menuju 100 smart city ini, pemerintah pusat menyelenggarakan acara penutupan tahap pertama gerakan menuju 100 smart city, Rabu (15/11), di Hotel Santika Jakarta.

 

Dalam penutupan ini, para pemimpin daerah -- termasuk Bupati Sleman -- mempresentasikan masterplan dan quick win yang sebelumnya telah disusun.

 

Dalam acara itu, terdapat rangkaian acara lain, yakni pemberian penghargaan kepada 24 pemimpin kota/kabupaten yang telah menunjukkan komitmen untuk mendukung gerakan menuju 100 smart city, termasuk kepada Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo, MSi.

 

Sri Purnomo menyampaikan, program smart city ini merupakan program jangka panjang. "Sehingga dibutuhkan komitmen dan konsistensi dari pemerintah daerah dalam mengawal program-program yang sudah disusun," tandas Sri Purnomo.

 

Program-program yang sudah dilaksanakan itu, harus dilaksanakan terus. "Dari tahun ke tahun kita kan sudah punya perencanaan yang tertuang dalam RPJMD dan kita harus konsisten untuk melaksanakan," papar Sri Purnomo.

 

Tahun 2017 ini, Sleman telah merampungkan 5 quick win: satu data UMKM, smart room, lapor Sleman, rumah kreatif Sleman, dan Sleman creative space.

 

Selain quick win, Kabupaten Sleman juga telah berhasil menyelesaikan masterplan pengembangan smart city.

 

Menurut Sri Purnomo, sebagai komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman, masterplan pengembangan smart city ini akan ditetapkan dalam peraturan bupati. 

 

“Makanya setiap OPD diminta untuk mengirimkan program-program kreatif, program-program inovatif dan program-program terkait smart city," kata Sri Purnomo.

 

Hal itu, kata Sri Purnomo, akan didorong semuanya.  Dengan program smart city ini, Sri Purnomo berharap pelayanan kepada masyarakat akan lebih inovatif, cepat, terukur, dan mudah.

 

Gerakan Menuju 100 Smart City sendiri, dituturkan Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika, merupakan program bersama antara Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PUPR, Bappenas, dan Kantor Staf Kepresidenan.

 

"Bertujuan membimbing pemerintah kota dan kabupaten dalam menyusun smart city masterplan," kata Rudiantara.

 

Dengan gerakan ini pemerintah kota dan kabupaten dapat lebih maksimal dalam memanfaatkan teknologi, baik dalam meningkatkan pelayanan masyarakat maupun dalam mengakselerasi potensi yang ada di masing-masing daerah.

 

Smart city bukan hanya soal teknologi, tetapi bagaimana membuat cara baru untuk meningkatkan pelayanan bagi masyarakat.

 

Rudiantara menambahkan, untuk memilih 24 kota/kabupaten di tahap pertama gerakan menuju 100 smart city, pemerintah pusat memperhitungkan berbagai parameter, salah satunya Kemampuan Keuangan Daerah (KKD).

 

Selain KKD, parameter lain yang dimasukan pemerintah adalah daftar kota/kabupaten berkinerja tinggi, indeks kota berkelanjutan, indeks kota hijau, dimensi pembangunan sektor unggulan, dimensi pembangunan pemerataan dan kewilayahan serta Nawa Cita. "Agar program ini merata di seluruh Indonesia," pungkas Rudiantara. (Affan)

Berita Terkait