Tue,21 November 2017


Rektor UAD Dikukuhkan sebagai Ketua Umum Artipena DIY

Indofakta 2017-11-10 12:15:22 Edukasi
Rektor UAD Dikukuhkan sebagai Ketua Umum Artipena DIY

YOGYAKARTA -- Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sebagai salah satu modal pembangunan nasional, perlu dipelihara dan ditingkatkan secara terus-menerus. Salah satunya melalui kampus bersih narkoba.

 

Setelah Munas I Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba (Artipena) di Universitas Haloleho Kendari pada 15-17 April 2016, sebanyak 17 daerah dibentuk pengurus Artipena, termasuk DIY. Hingga nantinya di 30 provinsi terbentuk Artipena.

 

Pembentukan Artipena sebagai bentuk keperihatinan terhadap banyaknya penyalahgunaan narkoba yang merenggut nyawa manusia setiap tahunnya. 

 

Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, khususnya di lingkungan kampus, sangat merugikan. Untuk itu diperlukan pengendalian dan pengawasan yang ketat.

 

"Untuk dapat memberantas penggunaan narkoba di dalam kampus, diharapkan kepada setiap perguruan tinggi untuk dapat membentuk satgas mahasiswa peduli Artipena," kata Prof Ir Suryo Hapsoro Tri Utomo, PhD, Ketua Umum Artipena, sebelum melantik pengurus DPW Artipena DIY, hari ini.

 

Menurut Suryo, jika ditemukan mahasiswa yang kecanduan narkoba agar segera lapor ke pihak yang berwajib sebelum diamankan oleh pihak yang berwajib.

 

Artipena akan dibentuk di 34 provinsi di Indonesia. Namun sampai saat ini baru beberapa provinsi yang dilantik.

 

Dalam kepengurusan di DIY, Dr. Kasiyarno, M.Hum selaku Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta terpilih menjadi Ketua Umum DPW Artipena DIY masa bakti 2017-2019 dibantu 30 Rektor PTN/PTS se-DIY.

 

Kasiyarno dibantu Prof Dr Sumaryanto, MKes (UNY) selaku wakil ketua I, Dr Waryono, MAg (UIN Sunan Kalijaga) sebagai wakil ketua II, Sekjen: Dr Wegig Pratama, MPd (AMY), Wasekjen: Gatot Sugiartp, SH, MH (UAD), Bendahara Umum: Dr Alimatus Sahrah, MM (UMBY). Kepengurusan dilengkapi dewan penasihat, dewan pembina dan dewan pakar.

 

"Dengan terbentuknya DPW Artipena DIY, maka segala kegiatan yang sesuai dengan visi misi dan program Artipena segera dilaksanakan," papar Suryo Hapsoro di depan Drs Sulistyo, SH, CN, MSi, Asisten Pemerintah dan Kesra Sekda DIY, mewakili Gubernur DIY Sri Sultan HB X.

 

Semua provinsi akan dilantik supaya orang-orang dari PTN maupun PTS tidak terkena penyalahgunaan narkoba. Untuk itu, Gubernur DIY melalui Sulistyo menghimbau kepada lapisan masyarakat untuk bersama-sama memberantas peredaran narkoba. "Jangan sampai narkoba merenggut nyawa kita," tandas Sri Sultan HB X.

 

Narkoba saat ini sudah menjadi ancaman bagi bangsa Indonesia karena peredarannya sudah demikian masif di kalangan pelajar dan mahasiswa.

 

Dibentuknya Artipena di DIY, menurut Kasiyarno, untuk mendukung program pencegahan dan penanggulangan peredaran narkoba.

 

"Untuk itu perlu dibentuk satgas narkoba di berbagai perguruan tinggi," tandas Kasiyarno yang menambahkan selain itu memberi penyuluhan di perguruan tinggi dan sekolah-sekolah serta memberi layanan rehabilitasi.

 

Menurut Kasiyarno, agar anak-anak muda bangsa Indonesia tidak kecanduan narkoba perlu dicegah penggunaan narkoba melalui sosialisasi, edukasi, pencegahan dan rehabilitasi. (Affan)

 

 

Berita Terkait