Tue,21 November 2017


Peluncuran Buku Hukum dan Perlindungan Korban TPPO

Indofakta 2017-11-10 09:02:05 Serba Serbi
Peluncuran Buku Hukum dan Perlindungan Korban TPPO
JAKARTA -- Badan Diklat Kejaksaan RI bersama Jaksa Agung Muda Pidana Umum dan IOM ( International Organisation For Migrantion ) Indonesia menggelar acara peluncuran Buku Pedoman Penegakan Hukum dan Perlindungan Korban dalam Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang,sekaligus penyerahan buku secara simbolis kepada perwakilan peserta Diklat Pembentukan Jaksa ( PPPJ ) angkatan 74 gelombang II tahun 2017,acara yang di hadiri Jaksa Agung Muda Pidana Umum Dr.Norokhmad,Plt.kaban Diklat Muhammat Yusni,Ketua Misi IOM Mr.Mark Gethell dan Australia Attorny General Departement ( Perwakilan Kejaksaan Agung Australia ) Ms.Celia Maunder,berlangsung di Aula Sasana Adhi Karrya Badan Diklat Kejaksaan RI,Jakarta,Kamis ( 9/11/17 )

 

Plt.kaban Diklat dalam sambutannya mengatakan,Tindak Pidana Perdagangan orang ( TPPO ) adalah salah satu bentuk kejahatan serius yang seringkali melibatkan jaringan kejahatan terorganisir lintas negera.

“ Biasanya di lakukan secara terorganisir ( Transnational Crime ) dengan modus operandi yang semakin komplek dan memberikan ancaman yang besar terhadap kesejahteraan dan nilai-nilai kemanusiaan,” katanya.

 

Dengan demikian Badan Diklat Kejaksaan telah mengambil langkah-langkah dengan pihak-pihak yang concern dalam penanganan TPPO,dengan melakukan kerjasama kerjasama semua pihak seperti dengan IOM selenggarakan Diklat Training Of Traininers Humam Trafiking,Roll Out Training.

 

Badan Diklat Khususnya dan Kejaksaan pada umumnya memberikan apresiasi dan capan terimakasih kepada pihak IOM Insonesia beserta semua Pihak yang terkait telah sungguh-sungguh dalam memberikan perhatian dan kerjasama ini,” Besar harapan kami kerjasama yang telah di laksanakan selama ini dapat di lanjutkan di masa-masa yang akan dating dan lebih di tingkatkan lagi,” ucap Yusni.

 

Sementara menurut perwakilan dari Australia,s Attorney General Departemnt Ms. Celia mander merasakan sangat bangga dan bahagia atas kerjasama Buku Pedoman Hukum dan Perlindungan Korban TPPO ,”Saya sangat bahagia sekali mewakili IOM  Australia dalam peluncuran buku panduan hukum perdagangan orang,” ujar Celia dalam meyampaikan pernyataannya.

 

Celia menambahkan Australia punya sejarah panjang dalam menangani kasus perdagangan orang, “saya juga sangat senang sekali bersama kejagung bersama-sama menangani masalah ini,” terangnya

 

Berkaitan dengan perdagangan orang  Celia mengajak bersama-sama untuk harus meminimalisir kejahatan perdagangan orang di negara kita.Kita tahu perdagangan orang itu sangat komplek dan butuh kerja bersama internasional dan kita butuh testimoni dari pada korban-korban  untuk sebagai bukti 

 

“Kami harapkan di sini panduan ini jadi praktis dapat membantu dalam penegakan hukum dalam perdagangan. Orang.” Pesan Celia

 

Menurut perwakilan IOM Indonesia Mark Gethcehell,TPPO adalah tindak pidana serius yang sering melibatkan jaruingan kejahatan teroragnisir lintas Negara.

 

Upaya pencegahannya dan pemebrantasan tindak pidana ini adlah adalah dengan melibatkan banyak pihak,di antaranya pemerintah.oragnisasi masyarakat sipil,dan organisasi International.

 

Denagn terbitnya buku ini Mark bermaksud agar aparat penegak hokum mendpatkan informasi terkini terkait pemberantasan TPPO.

 

Jaksa Agung Muda Pidana Umum Dr.Norochmad yang juga di kenal sebagai Ketua Umum Persatuan Jaksa Indonesia ( Ketum-PJI ) menilai,Kejahatan perdagangan orang, ini perkembangannya memang sangat sensitif, kalo dulu perkembangan hanya daerah, tapi kalo ini sudah menyeluruh arttinya penanganannya sudah sangat harus matang.

 

“Sekarang degan buku yang baru ini sudah sempurna sebagai buku yang komprehensif dagan petunjuk tindak pidana perdagangan orang,” ucap Norochmad 

 

Buku yang di berikan kepad seluruh peserta PPPJ angkatan 74 gelombang II secara simbolis itu untuk bekal penugasan di daerah terutama daerah yang kasus ini.

 

“ Saya berharap buku ini jangan hanya jadi pajangan,tapi harus di baca dan di telah terutama di daerah yang terdapat kasus ini” pesan Jampidum 

 

Penyerahan buku secara simbolis itu di berikan langsung oleh Jampidum Norohcmad kepada penerima perwakilan ( Senat Umum ) di saksikan Plt.Kaban Diklat,Perwakilan IOM Indonesia perwakilan Kejaksaan Agung Australia dan seluruh peserta PPPJ.

 

Acara peluncuran dan penyerahan buku secara simbolis tentang pemberantasan tindak kejahatan TPPO itu  di akhiri dengan sumpah Ikrar Jaksa dengan di tandatanganinya surat pernyataan bersama seluruh PPPJ angkatan 74 gelombang II dan di saksikan langsung oleh Jampidum selaku Ketum PJI dan Plt.Kaban Diklat.(Muzer )

 

Berita Terkait