Tue,21 November 2017


Universitas Aisyiyah Yogyakarta Turut Cerdaskan Kehidupan Bangsa

Indofakta 2017-11-06 17:10:35 Edukasi
Universitas Aisyiyah Yogyakarta Turut Cerdaskan Kehidupan Bangsa

YOGYAKARTA -- Ketua Umum PP Aisyiyah, Dra Siti Noordjannah Djohantini, MM, MSi, mengatakan, milad ke-26 Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta kali ini menuju tahun ke dua, yang dulu dimulai dari sekolah kebidanan dan sekolah keperawatan. "Ini untuk menopang syiar dakwah persyarikatan," tandas Noordjannah, Senin (6/11), di Kampus Unisa Jl Ring Road Barat Mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman.

Menurutnya, ikhtiar Aisyiyah begitu sungguh-sungguh dalam turut mencerdaskan kehidupan bangsa.

Noordjanah pun berharap, bersama PP Aisyiyah perguruan tinggi ini bisa terus meningkatkan kualitasnya.

Pada kesempatan itu, di hadapan Menristekdikti Prof H Mohamad Nasir, PhD, Ak, Noordjannah Djohantini mengusulkan agar Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta segera diberi izin untuk mendirikan S2 bidang fisioterapi.

"Kami berharap S2 fisioterapi ini jadi pionir dan menjadi keseriusan kami untuk turut membawa Indonesia yang berkemajuan," ujar Noordjannah.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, kemudian merestui pendirian studi fisioterapi untuk strata magister atau S2 pertama di Indonesia. 

"Saya mengapresiasi bagi yang berinovasi dan berinisiatif untuk pengembangan sumber daya manusia," kata Nasir.

Selama ini, seperti dikatakan Nasir, sejumlah lulusan sarjana fisioterapi dalam negeri harus menempuh studi lanjutan di luar negeri. "Sehingga dengan munculnya magister di Unisa bisa mengakomodasi para lulusan S1 fisioterapi untuk melanjutkan studinya," tandas Nasir yang siap membantu Unisa dalam merealisasikan proyek pendirian magister fisiotetapi itu.

Menurut Nasir, terobosan dalam dunia pendidikan tinggi harus selalu ada. "Guna mendorong munculnya kemajuan sumber daya manusia di Indonesia," kata Nasir yang menambahkan jika usulan itu penting dan layak dijalankan, maka harus dipercepat. 

Kalau tidak begitu, dikatakan Nasir, perguruan tinggi tidak berkembang cepat. "Kalau lebih baik, maka akan jadi stimulus kemajuan pendidikan kita," papar Nasir lagi.

Unisa di bawah langsung pengelolaan PP Aisyiyah mendapat dukungan PP Aisyiyah. Ke depan, akan dibangun gedung 9 lantai untuk kepentingan kemanfaatan. Terlebih, kelak Unisa akan membuka S2 Fisioterapi menyusul S2 Kebidanan.

Dr Ir Bambang Supriyadi, CES, DEA, Koordinator Kopertis Wilayah V,  di awal sambutannya memamerkan107 PTS di Yogyakarta, termasuk Unisa.

Menurut Bambang, di Yogyakarta sudah ada lima PTS yang akreditasinya A, dua di antaranya milik Muhammadiyah, yaitu UMY dan UAD. Dan, Unisa bagian dari 472 PT yang terakreditasi B.

"Perguruan tinggi swasta dengan prodi yang ada baru mencapai 70 persen terakreditasi," papar Bambang. 

Menyimak apa yang disampaikan Koordinator Kopertis Wilayah V itu, Menristekdikti mengapresiasi perkembangan Universitas Aisyiyah Yogyakarta yang begitu cepat. "Universitas Aisyiyah bisa meraih capaian yang jadi unggulan dan mendidik anak bangsa yang berkualitas," kata Menristekdikti yang selalu mengapresiasi Perguruan Tinggi yang mempunyai inisiatif pengembangan sumber daya. 

Dikatakannya, Indonesia akan menjadi negara dengan perekonomian terbesar ke-4 di tahun 2050 nanti. Meski begitu, daya saing di tahun 2017 cukup berat. "Untuk itu perlu meningkatkan daya saing," katanya.

Menristekdikti juga mendorong Unisa untuk menuju akreditasi A secepatnya. "Kompetensi menjadi sangat penting sekali," tandasnya.

Universitas Aisyiyah Yogyakarta berhasil meraih nilai B dalam akreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) sesuai dengan keputusan BAN PT nomor 3566/SK/BAN-PT/Akred/PT/X/2017.

Menurut Rektor Unisa Yogyakarta, Warsiti, S.Kp, M.Kep, Sp.Mat, hasil nilai B ini diperoleh berkat kerjasama semua pihak. "Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa Unisa Yogyakarta bersungguh-sungguh dalam pengelolaan institusi pendidikan ini," kata Warsiti yang bertekad menghasilkan lulusan profesional yang dapat menghadapi persaingan global dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Qur’ani.

Selain hal tersebut sebagai salah satu indikator terwujudnya visi Unisa, yaitu menjadi universitas berwawasan kesehatan pilihan dan unggul berbasis nilai-nilai Islam berkemajuan.

Unisa Yogyakarta saat ini memiliki 3 fakultas, yaitu fakultas ilmu kesehatan, fakultas ekonomi ilmu sosial dan humaniora serta fakultas sains dan teknologi dengan delapan belas program studi. (affan)

Berita Terkait