Tue,21 November 2017


Gerakan Sleman Membaca

Indofakta 2017-11-02 12:06:55 Edukasi
Gerakan Sleman Membaca

SLEMAN -- Membudayakan gerakan membaca menuju smart regency, tema yang diangkat dalam acara "Gerakan Sleman Membaca" kemarin di halaman Balai Desa Sukoharjo.

 

Menurut Wakil Bupati Sleman, Dra. Hj. Sri Muslimatun, M.Kes, kegiatan ini sejalan dengan salah satu aspek prioritas smart regency di Kabupaten Sleman, yakni smart education atau smart people.

 

Pemerintah Kabupaten Sleman, seperti dikatakan Sri Muslimatun, berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. "Sehingga smart people menjadi poin penting dalam mewujudkan smart regency di Kabupaten Sleman," kata Sri Muslimatun.

 

Bagi Sri Muslimatun, berwawasan luas serta memiliki intelektualitas tinggi tentu tidak dapat terwujud. "Tanpa didukung kebiasaan untuk mengakses informasi dan pengetahuan melalui membaca," papar Sri Muslimatun

 

Otak, ibarat sebuah pedang. Semakin diasah akan semakin tajam. Begitu juga sebaliknya, jika otak tidak diasah lama kelamaan akan tumpul.

 

Melalui membaca, Sri Muslimatun berharap banyak manfaat yang akan diperoleh di antaranya menambah wawasan dan ilmu pengetahuan, melatih kemampuan berfikir, mengasah kemampuan menulis, mendukung kemampuan berbicara di depan umum serta masih banyak lagi manfaat lainnya.

 

Kegiatan "Gerakan Sleman Membaca" ini bertujuan untuk memasyarakatkan budaya membaca dan juga menulis bagi masyarakat. "Utamanya generasi muda sehingga diharapkan akan terbentuk generasi-generasi gemar membaca di Kabupaten Sleman," papar Sri Muslimatun.

 

Dalam upaya mendukung terwujudnya masyarakat gemar membaca -- selain melalui kegiatan serupa -- Pemkab Sleman juga mengembangkan dan memberdayakan perpustakaan yang ada di wilayah Sleman.

 

Sampai tahun 2016, koleksi buku yang dimiliki Perpustakaan Daerah Kabupaten Sleman mencapai 36.949 judul buku dengan jumlah eksemplar sebanyak 65.835 eksemplar. Selain itu, guna mendekatkan pelayanan pada masyarakat, Kabupaten Sleman memiliki 86 perpustakaan desa yang terdapat di masing-masing desa dan telah memiliki koleksi buku yang cukup lengkap. Bahkan di antaranya telah memperoleh penghargaan lomba perpustakaan.

 

Ditambahkan AA Ayu Laksmi Dewi, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Sleman, saat ini dibuka pojok  baca yang berada di atas instalasi IPAL Komunal di Mendiro, Sukoharjo, Ngaglik. Selain disediakan buku-buku bacaan dan tempat yang nyaman, juga ada cafe atau angkringan yang menyediakan makanan dan minuman lokal. "Sehingga pengunjung selain dapat membaca buku juga bisa sambil menikmati sajian makanan dan minuman khas," kata Ayu Laksmi Dewi.

 

Dalam kesempatan itu, diserahkan buku karya siswa SMPN 4 Pakem berjudul “Ketika Pena Bercerita” dan penyerahan buku secara simbolik dari penerbit Galang Press.

 

Selain itu, ada kegiatan talkshow peran pustakawan dan pegiat literasi dalam mendukung gerakan membaca yang dipandu Henny Wardatur Rohmah, S.Pd, dengan narasumber Drs. H. Sri Purnomo, MSi, Hadi Subronto (Kepala Desa Sukoharjo, Ngaglik), Heri Abiburrahman Hakim SIP, MA (pustakawan ISI) dan Nanang Sudjatmiko (pengelola perpustakaan Masyarakat TBM Kerai Kwadungan Widodomartani Ngemplak Sleman dan penerima penghargaan Nugrajasadarma Pustaloka kategori Perpustakaan Masyarakat). (affan)

 

Berita Terkait