Tue,21 November 2017


Sumedang Akan Tiru Aplikasi Kota Bandung

Indofakta 2017-11-02 08:51:54 Serba Serbi
Sumedang Akan Tiru Aplikasi Kota Bandung

BANDUNG -- Pemerintah Kabupaten Sumedang bermaksud mereplikasi beberapa sistem aplikasi yang diterapkan di lingkungan Pemerintah Kota Bandung.

 

Hal tersebut diungkapkan Bupati Sumedang H. Eka Setiawan yang ditemui selepas dirinya mengikuti Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Kabupaten Sumedang dengan Pemerintah Kota Bandung bersama Kab/Kota lain dari dalam dan luar Provinsi Jawa barat yaitu Banten dan Nusa Tenggara Barat, disaksikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Deputi Pencegahan yang diselenggarakan di Pendopo Kota Bandung, Rabu, (1/11/2017).

 

Dari keterangan Eka diketahui bahwa menurut penilaian KPK, Kota Bandung dianggap berhasil mengembangkan beberapa sistem aplikasi, sehingga keberadaan aplikasi dimaksud telah mampu meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat yang dilaksanakan di tempat tersebut."Atas penilaian dari KPK juga, mereka (Kota Bandung) punya aplikasi yang cocok untuk direplikasi di masing-masing Kabupaten/Kota, namun tentu sebelumnya disesuaikan dengan situasi dan kondisi di tiap daerah," terangnya.

 

Kota Bandung sendiri memiliki tiga buah aplikasi yang secara signifikan telah mengoptimalisasi sistem pada tata kelola pemerintahan. Ketiga sistem aplikasi tersebut adalah aplikasi 'Sabilulungan' yang memungkinkan baik masyarakat ataupun pemerintah turut memantau seluruh kegiatan Hibah dan Bantuan Sosial, aplikasi 'Hayu!'yaitu sebuah aplikasi terkait perijinan online. Perijinan Kota Bandung pun memberlakukan tidak mengharuskan adanya ijin pada kegiatan bisnis di bawah lima ratus juta namun masih diwajibkan melaporkan usahanya melalui aplikasi 'tampil', dan terakhir aplikasi 'e-Remunerasi Kinerja'.

 

Terkait implementasi aplikasi Sabilulungan, Hayu! dan e-RK di Sumedang, secara gamblang Eka menyatakan dirinya akan mempelajari dan mengkaji terlebih dahulu sebelum nantinya diterapkan di wilayah kerjanya.
"Ya, ini akan kita adopsi setelah terlebih dahulu kita akan lakukan pengkajian dan akan kita sesuaikan dengan kebutuhan yang ada di kita (Sumedang)," ujarnya.

 

Eka pun berharap, apabila ketiga aplikasi ini sudah bisa diterapkan di Kab. Sumedang pada tahun 2019 mendatang, diharapkan sistem tata kelola pemerintahan yang diselenggarakan di Kab. Sumedang dapat berjalan lebih baik lagi dibandingkan dengan sebelum menggunakan aplikasi."Setelah kita sesuaikan dengan peraturan perundangan yang ada di Sumedang, mudah-mudahan kita bisa coba mengimplementasikannya pada tahun 2019," tukasnya.

 

"Dengan demikian, lanjut Eka, maka ke depan terkait perijinan, perencanaan dan penganggaran sudah bisa dilakukan dalam sebuah sistem aplikasi sehingga akan mempersempit ruang gerak perilaku Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN) di Kab. Sumedang dan memunculkan transparansi, efisiensi serta akuntabilitas pemerintah," imbuhnya.

 

Pada hari bersamaan di tempat penyelenggaraan penandatanganan nota kesepakatan oleh para Bupati/Walikota, para Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika kab/kota terkait mendapatkan pemaparan materi ketiga aplikasi dari tim teknis aplikasi Kota Bandung sebagai bekal guna penerapan aplikasi ke depan di daerah masing-masing.. (hms/hgky)

Berita Terkait