Tue,21 November 2017


Kejati Sulsel Tetapkan Tersangka Korupsi Lahan Makassar New Port

Indofakta 2017-11-02 07:41:40 Hukum / Kriminal
Kejati Sulsel Tetapkan Tersangka Korupsi Lahan Makassar New Port
MAKASSAR- Kejaksaan Tinggi ( Kejati ) Sulawesi Selatan telah menetapkan tersangka baru dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi sewa tanah Negara di kelurahan Buloa,Kecamatan Tallo,Kota Makassar.

 

Penetapan tersangka tersebut  berdasarkan ekspose yang dilakukan bersama dengan Tim Penyidik, pada hari  Rabu tanggal 1 November 2017, atas nama Soedirjo Aliman  alias Jentang (SA alias JT) berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan nomor: PRINT-   622/R.4/Fd.1/11/2017. 

 

Kepala Kejaksaan Tinggi ( Kajati ) Sulawesi Selatan Dr.Jan Maringka  dalam siaran persnya mengatakan,penetapan tersangka  merupakan pengembangan dari hasil penyidikan serta fakta-fakta yang terungkap di persidangan atas nama ketiga Terdakwa dalam kasus tersebut yaitu atas nama Rusdin,Ajayanti Ramli dan Sabri, yang saat ini telah memasuki tahap persidangan di Pengadilan Tipikor Makassar. 

 

“Dalam kasus ini kita kembali menetapkan satu orang tersangka, berinisial SA alias JT. Berdasarkan hasil pengembangan yang dilakukan tim penyidik,” ujar Jan  Maringka, saat menggelar konfrensi pers di gedung Media Center Kejati Sulsel,Makassar, Rabu (1/11/17).

 

 

Di ketahui tersangka SA alias JT diduga turut serta bersama dengan terdakwa  Rusdin,Ajayanti Ramli dan Sabri secara tanpa hak menguasai tanah negara seolah-olah miliknya sehingga PT. Pembangunan Perumahan (Persero) selaku Pelaksana Proyek Makassar New Port terpaksa mengeluarkan uang sebesar Rp.500.000.000,-(lima ratus juta rupiah) untuk biaya penyewaan tanah. Dana tersebut kemudian diduga diterima oleh Tersangka melalui rekening pihak ketiga untuk menyamarkan asul usulnya. 

 

Penetapan SA alias JT selaku Tersangka juga merupakan tindak lanjut dari langkah Kejati Sulsel dalam mengungkap secara tuntas dugaan penyimpangan lain di seputar lokasi proyek pembangunan Makassar New Port untuk mendukung percepatan pelaksanaan proyek strategis nasional tersebut. Untuk itu Kejati Sulsel akan segera melakukan langkah-langkah pengamanan asset untuk mencegah terjadinya kerugian negara yang lebih besar dari upaya klaim-klaim sepihak atas tanah negara di wilayah tersebut. 

 

Guna pengungkapan perkara ini, Kejati Sulsel akan menerapkan strategi follow the money melalui kerja sama dengan instansi terkat serta mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi dalam rangka koordinasi penegakan hukum.

 

Perbuatan pidana yang disangkakan terhadap tersangka adalah sebagaimana diatur dalam Pasal 2 UU No. 31 Tahun 1999 jo UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 3 atau Pasal 4 UU No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. ( Muzer )

 

 

Berita Terkait