Tue,21 November 2017


Kreatif dan Inovatif Bersama Ryo Suzuki

Indofakta 2017-10-31 17:12:25 Edukasi
Kreatif dan Inovatif Bersama Ryo Suzuki

YOGYAKARTA -- SD Muhammadiyah Kleco dan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kotagede Yogyakarta didukung panitia bersama “Read for Action” adakan kegiatan berkomunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, problem solving, kreatif dan inovatif bersama master pendidikan, Ryo Suzuki, Selasa (31/10).

Kegiatan itu berupa mengubah baca buku menjadi daya laksana. Kali pertama diadakan di Jepang dan sudah tersebar luas di Cina dan Singapura.

Dan saat ini dikembangkan di Indonesia oleh Ryo Suzuki, guru di Jepang yang kemudian bergabung dengan proyek JICA (Japan International Cooperation Agency) sebagai ahli lesson study untuk membantu proyek Lesson Study di Indonesia di bawah kerjasama Pemerintah Indonesia, UPI, Universitas Muhammadiyah dan universitas lainnya serta Dinas Pendidikan setempat untuk maju bersama.

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Kleco, Amirudin, SPd, berharap, kesempatan ini dapat dipergunakan sebaik-baiknya untuk memperoleh pengetahuan baru terkait proses pembelajaran, khususnya lesson study. “Jepang merupakan negara yang mengembangkan konsep dan praktik lesson study,” kata Ryo Suzuki.

Dalam kesempatan yang sama, ketua panitia, Hindun Yafa Chotijah, S.Pd.Si, menyampaikan, model pembelajaran kali ini berbeda dengan biasanya. Peserta dibuat kelompok dengan anggota 4 orang. Model itu yang dikehendaki narasumber. “Beliau meminta peserta untuk mengikutinya agar bisa mendapatkan inspirasi dan ilmu untuk menerapkan lesson study mulai dari tingkat sekolah dasar,” kata Hindun.

Sepanjang ceramah itu, peserta diajak aktif untuk menikmati bagaimana seharusnya leson study  dilakukan di sekolah. Ryo Suzuki menekankan bahwa dalam pembelajaran harusnya peserta didik dapat menikmati jalannya pembelajaran dan merasakan kesenangan.

“Karena dengan kesenangan akan membuat mereka menikmati dan memahami pembelajaran,” kata Ryo yang menambahkan tidak hanya peserta didik yang harus senang, namun guru juga harus senang dalam proses belajar-mengajar.

Menurut Ryo, pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang mampu membuat peserta didik menemukan apa yang diinginkan dari proses belajar-mengajar. “Sehingga tidak hanya berupa hafalan,” tandas Ryo yang mengajak peserta untuk berperan menjadi guru yang hendak mengajar, berpikir mulai dari perencaaan pembelajaran hingga membayangkan ekspresi apa yang akan mereka terima dari peserta didik sebagai hasil dari pelaksaaanan rencana mereka dan apa solusi dari permasalahan yang muncul di sepanjang proses pembelajaran.

Suasana kegiatan menjadi semakin hidup dengan praktik yang harus dilalui oleh peserta. Oleh Ryo Suzuki, yang aktif di Japanese Lesson Study Action Facilitator dan orang Jepang yang sudah fasih berbahasa Indonesia, peserta diberikan materi yang harus didiskusikan oleh kelompok masing-masing. Seakan-akan mereka praktik langsung mengajar di kelas. Berbagai macam konsep dan pemikiran muncul dari diskusi tersebut.

Peserta sangat antusias mengikuti acara ini. Dan, beberapa peserta berkesempatan menyampaikan pendapat mereka dalam hal lesson study ini. Tak terasa waktu sudah menginjak siang. Peserta masih sangat asyik dengan diskusinya. Dan, Ryo menyudahi ceramahnya.

Beliau menutup dengan berharap peserta bisa membuat learning community. “Nanti bisa sharing dengan grup di facebook Learning Comunity in Indonesia,” tandas Ryo. (affan)

 

Berita Terkait