Tue,21 November 2017


Siswa-Siswi SMAN 1 Tanjungkerta Bertumbangan

Indofakta 2017-10-30 15:51:22 Serba Serbi
Siswa-Siswi SMAN 1 Tanjungkerta Bertumbangan

SUMEDANG -- Suasana sedikit gaduh terjadi di lapangan Upacara SMAN 1 Tanjungkerta pagi itu. Pasalnya, belasan orang Siswa yang semuanya berjenis kelamin perempuan giliran berjatuhan pada saat Bupati Sumedang menjadi Pembina Upacara di sekolah tersebut, Senin, (30/10/2017) pagi.


Para siswa yang pingsan pada Upacara Bendera saat itu pun selanjutnya dibawa oleh teman sesama siswa ke Ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) setempat guna mendapatkan perawatan, namun karena jumlahnya yang cukup banyak, sebagian siswa sakit terpaksa dirawat di ruang tamu sekolah disebabkan tak tertampung seluruhnya di ruang UKS.


Dengan banyaknya siswa yang bertumbangan waktu itu tak ayal sedikit membuat Bupati Eka berang. Ia pun lantas memerintahkan kepada jajaran guru pengajar di lingkungan SMAN 1 Tanjungkerta yang memiliki sekitar 401 siswa/i tersebut agar melakukan pemeriksaan kesehatan rutin para siswa didiknya, terlebih lagi sekolah bersangkutan telah melaksanakan Full Day School atau sekolah lima hari yang menuntut para siswa memiliki fisik prima.


“Ini kenapa kok banyak siswa yang pingsan? Coba saya perintahkan kepada para guru untuk memeriksa kesehatan para muridnya secara rutin, karena generasi muda itu harus sehat, kuat dan tangguh. Kapanasan saeutik mah biasa lah,” ujar Eka.


Disebutkan Eka, Tantangan para generasi muda ke depan tidak akan mudah. Untuk itu perlu ditunjang dengan fisik dan kemampuan yang mumpuni sehingga akan mampu bersaing ketika para siswa akan melanjutkan ke Perguruan Tinggi ataupun masuk di dunia kerja.

 

“Mulai dari sekarang saya harapkan para siswa didik agar mau lebih rajin berolahraga untuk meningkatkan kondisi fisiknya, apalagi yang sekarang ada di tingkat akhir dan nantinya memilih untuk masuk ke dunia kerja, karena dapat dipastikan dunia kerja akan membutuhkan fisik yang bagus,” tandasnya.


Sementara itu salah seorang siswi sakit yang sedang mendapatkan perawatan, Siti (15 Th) asal Desa Cigentur mengatakan, bahwa dirinya baru pertama kali mengalami kejadian seperti saat itu yaitu pingsan saat sedang melaksanakan upacara bendera. Dia pun mengakui kalau saat hendak berangkat ke sekolah tidak sempat untuk melakukan sarapan pagi terlebih dahulu. Pernyataan Siti pun ditimpali oleh siswi lainnya, yang rata-rata dari mereka mengalami sakit karena melewatkan waktu sarapannya.


Walaupun diwarnai oleh banyaknya siswa pingsan, secara keseluruhan upacara bendera yang dilaksanakan tetap berjalan khidmat dan bisa diselesaikan sampai akhir.

 

Pada kesempatan tersebut, tampak turut hadir Camat beserta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Tanjungkerta serta Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Unep Hidayat. (hms/hgky)

Berita Terkait