Tue,21 November 2017


Terkait penanganan Kasus Korupsi : Aliansi Masyarakat KBB Gerudug KPK

Indofakta 2017-10-26 17:33:05 Hukum / Kriminal
Terkait penanganan Kasus Korupsi : Aliansi Masyarakat KBB Gerudug KPK

JAKARTA  - Penanganan kasus korupsi di Kabupaten Bandung Barat, hari ini Aliansi Masyarakat KBB melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Aliansi yang merupakan perwakilan masyarakat seluruh kecamatan yang ada di KBB dengan Koordinator Taufik menggelar aksinya sejak jam 10.00 dengan tuntutan agar KPK menuntaskan penanganan kasus khususnya dugaan korupsi Pasar Curug Agung dan kasus cpns bodong.

 

Dalam catatan indofakta online, dugaan kasus mark up pengadaan tanah Pasar Curug Agung sudah muncul sekitar tahun 2014. Pengadaan tanah dengan nilai Rp11.884.000.000,- menuai protes dari berbagai lapisan masyarakat. 

 

Pembebasan tanah yang menggunakan uang negara dalam 3 (tiga) tahap anggaran yaitu tahun 2011 -2013. Dengan uang sebesar itu dan jumlah tanah yang dibebaskan seluas 9.890 m2,maka harga tanah Rp1.201.618 (satu juta dua ratus satu ribu enam ratus delapan belas rupiah)/m2.

 

Selain jumlah harga yang fantastis, proses pembelian dan kepemilikan tanah juga disoal masyarakat. Pembelian tanah berasal dari sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) no. 147/Desa Kertajaya Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat yang diduga sebagai aset milik TNI AD atau Pusat Koperasi Kodam III/ Siliwangi yang berkedudukan di Kota Bandung.

 

Informasi yang diperoleh indofakta online dari sumber yang layak dipercaya menyebutkan bahwa tanah tersebut adalah milik H. Zaenal Mustopa. Hal tersebut dibuktikan dengan ditemukan nya Akta Jual Beli No. 38 Tahun 2013 yang dibuat di hadapan Notaris/PPAT Tati Muktiati Hidayat, SH. Pada akta itu antara lain disebutkan : adanya jual beli tanah seluas 1000 m2 dengan harga Rp1.200.000.000,- atau Rp120.000,-. Asal tanah SHGB No. 147/Desa Kertajaya Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat. Dalam hal ini, asal tanah sama dengan aset TNI AD. 

 

Dari sisi harga terjadi mark up. Apabila dilakukan perbandingan perhitungan ( 1.201.618,- : 120.000,-) = 10 kali lipat harganya atau 1000%. Sementara itu pada Bidang Aset KBB, tertera harga tanah Pasar Curug Agung nilainya Rp9.000.000.000,- selisih nilai aset Rp2.884.000.000,- tanpa keterangan apapun.

 

Menurut Aliansi Masyarakat KBB, dengan adanya bukti pembanding harga tersebut, patut diduga  telah terjadi mark up. Hal ini sudah ditelisik oleh KPK sekitar 2 bulan lalu. Demikian juga dengan kasus cpns yang sudah lama mandek di Polres Cimahi dimana Kejaksaan Kabupaten Bandung sudah menerima dan mengembalikan berkasnya yang akhirnya dilaporkan ke KPK. 

 

Aliansi Masyarakat KBB mendorong KPK untuk melakukan pemeriksaan secara intensif seperti meningkatkan penyelidikan ke Penyidikan dengan menetapkan tersangkanya serta melakukan penuntutan agar kasus tersebut terang adanya. (Y CHS/muzer).

Berita Terkait