Tue,21 November 2017


Kemenkumham DIY Edukasi Mahasiswa Soal HAKI

Indofakta 2017-10-26 14:26:59 Edukasi
Kemenkumham DIY Edukasi Mahasiswa Soal HAKI

YOGYAKARTA -- Kekayaan intelektual merupakan hak yang timbul dari hasil olah pikir otak manusia, berupa produk atau jasa yang bermanfaat bagi setiap manusia.

 

Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) perlu dilestarikan ataupun dilindungi. "Lantaran hal itu menjadi sebuah apresiasi kepada seorang pencipta, pemikir atau penemu," kata Haryanto, SH, dari Kementerian Hukum dan HAM DIY pada acara Pelayanan Hak Kekayaan Intelektual Kemenkumham DIY “goes to campus” bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Kamis (26/10). 

 

Pada kesempatan itu Haryanto memberikan edukasi kepada mahasiswa terkait Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) terdiri dari pengertian, macam-macam HAKI, tindak pelanggaran HAKI, serta cara mengurus HAKI.

 

Mahasiswa setiap hari tidak lepas dari HAKI, mulai dari apa yang dikenakan, bentuk, tata letak dan fungsi serta merk, bahkan skripsi. "Skripsi juga merupakan kekayaan intelektual," tandas Haryanto.

 

Dilihat dari jenisnya, skripsi itu seperti sebuah seni atau sastra dari ilmu pengetahuan. Itu semua sudah tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 28 tahun 2014.

 

Haryanto juga memaparkan, masih banyak orang yang salah memberikan persepsi tentang HAKI dan kekayaan intelektual. Kebanyakan, orang salah memberikan persepsi pemahaman tentang HAKI maupun kekayaan intelektual.

 

Bagi Haryanto, HAKI maupun kekayaan intelektual tidak hanya dilihat dari bentuk fisik saja. "Namun juga dilihat dari bentuk nonfisiknya," papar Haryanto.

 

Dikatakan Haryanto, mengambil atau membawakan sebuah lagu dan dokumen tanpa izin sang pemilik saja sudah merupakan sebuah pelanggaran. "Apalagi memproduksi massal," tandas Haryanto.

 

Haryanto berharap, mahasiswa dapat mengenal HAKI lebih dalam dan luas. "Terlebih dalam menyikapi pemahaman dari aspek HAKI. Tidak semata hanya tahu, namun juga diharapkan agar bisa ikut andil dalam melestarikan HAKI," kata Haryanto yang menambahkan sebagai generasi penerus bangsa mahasiswa dapat mengenal HAKI maupun pelanggarannya. (affan)

Berita Terkait