Tue,21 November 2017


DUGAAN MONOPOLI ANGGARAN PJU : LSM MONITORING COMMUNITY DESAK KAJATI JABAR UNGKAP KASUSNYA

Indofakta 2017-10-24 19:04:21 Hukum / Kriminal
DUGAAN MONOPOLI ANGGARAN PJU : LSM MONITORING COMMUNITY DESAK KAJATI JABAR UNGKAP KASUSNYA

BANDUNG - Lsm Monitoring Community yang di awaki Kandar Karnawan mendesak Aparat Penegak Hukum khususnya Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Loeke Larasati yang baru dilantik untuk segera melakukan Penyelidikan terkait dugaan adanya penyimpangan di lingkungan PUPR Pemda Kabupaten Bandung dalam Anggaran Kegiatan PJU Penerangan Jalan Umum yang bernilai puluhan Miliar (24/10/2017). Permainan yang mereka lakukan sudah masif dan kasusnya perlu diangkat ke permukaan. 

 

Dari hasil penelaahan di lapangan, Lsm Monitoring Community menemukan dugaan koruptif dilakukan oleh Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bandung yang bekerja sama dengan orang terdekatnya di Bagian Keuangan dinas tersebut. "Informasi yang diungkap oleh Lsm Brantas itu benar adanya. Bila hukum mau ditegakkan, ini merupakan salah satu ujian Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat untuk mengungkap nya secara tuntas," Kata Kandar. 

 

Terkait statemen Lsm Monitoring Community tersebut, hingga berita ini ditayangkan, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bandung, Agus Nuria tidak memberi jawaban. Agus yang dihubungi melalui pesan pendek (SMS) hari ini tidak menanggapi konfirmasi.  Saat dicoba melalui Whatsappnya, no kontak indofakta online telah diblokir sejak tanggal 19/10/2017.

 

Pemberitaan indofakta online pada 19/10/2017 dengan judul berita : Kadis PUPR Kabupaten Bandung Bantah Lakukan Monopoli Anggaran PJU." Adanya dugaan monopoli terhadap kegiatan PJU (Penerangan Jalan Umum) dan Kegiatan penyimpangan kegiatan di bidang pengairan dengan nilai milyaran yang disorot oleh Lsm Brantas di Kota Bandung.

 

Bantahan tersebut disampaikan Kepala Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Kabupaten Bandung, Agus Nuria (19/10/2017). Melalui whatsappnya kepada indofakta online Agus Nuria menyatakan semua tidak benar. "Terimakasih infonya, Pa. Yan tapi itu semua tidak benar..," katanya.

 

Sebelumnya kepada indofakta online (18/10/2017), Ketua Umum Lsm Brantas, Wanwan Mulyawan menyampaikan informasi sebagai berikut : Perbuatan melawan Hukum diduga terjadi di lingkungan PUPR Kabupaten Bandung yang dilakukan oleh oknum bernama A Eselon IV dengan jabatan Kasubag, dengan cara memonopoli Anggaran PJU dan  Bronjong dan dibentuknya TIM Batman untuk melaksanakan Pemeliharaan lampu PJU. Belum lagi di bidang Pengairan yg jumlahnya sangat signifikan semua dengan cara Penunjukan Langsung

 

Uraian penyimpangannya adalah 1. PJU mekanisme yang tidak jelas dengan anggaran yang begitu besar dilakukan penunjukan langsung terhadap pihak ke tiga dengan dan dikerjakan oleh orang dalam dinas dengan alasan mempunyai sarana mobil tangga sebanyak 4 unit sehingga diduga kegiatan tersebut menjadi bancakan dengan cara meminjam bendera perusahaan dengan fee 30 persen dan sisanya diambil oleh orang dalam dinas untuk dikerjakan, padahal kita tidak tahu berapa jumlah lampu mati dan kerusakan PJU disebabkan oleh apa ? Dan jumlahnya berapa ?, tanya Wanwan. 

 

Masih menurut Lsm Brantas, Pengadaan Bronjong dilakukan oleh orang dalam sendiri dengan pola yang hampir sama. Dan yang ke 3 terkait Pengairan Paket Pekerjaan yang bernilai ratusan miliar tersebut telah diijonkan sebelumnya kepada beberapa pengusaha sehingga terjadi monopoli dengan dugaan dikerjakan oleh orang dalam sendiri dengan cara meminjam bendera perusahaan. Atas pemberitaan tersebut duga keras bahwa Kadis PUPR Kabupaten Bandung menutup diri dari konfirmasi yang dilakukan indofakta online. (Y CHS).

Berita Terkait