Tue,21 November 2017


20 RIBU SANTRI IKUTI UPACARA PERINGATAN HARI SANTRI NASIONAL TAHUN 2017

Indofakta 2017-10-22 18:29:12 Serba Serbi
20 RIBU SANTRI IKUTI UPACARA PERINGATAN HARI SANTRI NASIONAL TAHUN 2017

SUMEDANG -- Tak kurang dari 20 ribu santri dari berbagai pondok pesantren yang tersebar di 26 kecamatan diseluruh Kabupaten Sumedang, berduyun-duyun datang untuk mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional tahun 2017 di alun alun Sumedang, Minggu (22/10/2017).

 

Upacara peringatan Hari Santri nasional 2017 yang mengambil tema "Santri Mandiri NKRI Hebat" tersebut dipimpinan langsung oleh Bupati Sumedang H. Eka Setiawan yang dalam kesempatan bertindak sebagai pembina Upacara. turut hadir Anggota DPR RI Komisi X H. Donny ahmad Munir, Forum komunikasi pimpinan daerah,  Ketua MUI kabupaten Sumedang, Kepala Kantor kementerian agama Kabupaten Sumedang H. Hasen, S.Ag, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Drs. H. Zaenal alimin MM,  para Kepala OPD, ketua PCNU kabupaten Sumedang, tokoh masyarakat dan alim ulama Kab. Sumedang.

 

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran, Sholawat Nabi, Mars Subhulul Wathon dilanjutkan dengan pembacaan ikrar santri dan Pembacaan Naskah Resolusi Jihad oleh seluruh peserta upacara.

 

Bupati Eka dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kepres 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri merupakan wujud apresiasi Pemerintah atas perjuangan kaum santri yang secara nyata memberikan andil bagi terbentuk dan terjaganya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurut Eka, penetapan hari santri ini dilatarbelakangi bahwa santri adalah salah satu komponen bangsa telah memberikan kontribusi yang sangat besar dalam menjaga keutuhan dan kesatuan republik indonesia.

 

Penetapan hari santri ini dilatarbelakangi bahwa santri adalah salah satu komponen bangsa yang banyak berperan dalam perjalanan sejarah bangsa ini. Hari santri nasional dapat di artikan bahwa pertama, perjuangan kaum santri betul-betul di anggap oleh negara ini yang pengorbanannya tidak jauh berbeda dengan para tni yang membela tanah air ini, kemudian kedua sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan resolusi jihad hadratussyeh kyai hasyim asy'ari yang telah membela negara ini seperti halnya membela agama, dan ketiga sebagai bukti bahwa semangat santri terus berkobar dan mengalir sampai sekarang dalam membela agama dan tanah air. Karena inilah pemerintah memberi perhatian, melalui keputusan presiden nomor 22 tahun 2015 dengan menetapkan tanggal 22 oktober sebagai hari santri nasional” kata Bupati.

 

Terkait dengan tema kegiatan, eka mengatakan bahwa tema “santri mandiri, nkri hebat, mengandung makna bahwa kemandirian santri merupakan bagian dari motor penggerak pembangunan nasional dalam memperkuat nkri.

 

“Santri, tidak hanya berfokus pada kajian islam. Lebih luas lagi, santri harus bisa ikut terjun dalam kemandirian bangsa di berbagai bidang baik pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya. Santri dengan segala yang dimilikinya harus memiliki rasa kepedulian kepada pembangunan bangsa,” katanya.

 

Diakhir sambutannya, Eka berpesan kepada semua santri dan santriwati untuk menanamkan jiwa dan semangat cinta tanah air agar menjadi orang yang hebat dan dalam kehidupan sehari-hari para santri harus membiasakan diri untuk disiplin.

 

“Sekarang ini ada masyarakat ekonomi ASEAN, ada globalisasi, ada penyatuan antar bangsa, batas Negara makin tipis banyak sekali yang lalu lalang di Negara kita. Maka dari itu, saya minta para santri disamping cinta tanah air dan disiplin untuk mengembangkan keterampilan di bidang tertentu,” pesannya.

 

Selesai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan Kirab Santri ditandai dengan penyerahan bendera NU dari ketua PCNU Kabupaten Sumedang kepada Bupati, kemudian dari Bupati diserahkan kepada ketua kirab. Ribuan santri bersama Bupati Sumedang  berjalan kaki dari Alun alun menuju islamic Center. Selain panji-panji santri dan bendera merah putih, kirab juga dimeriahkan dengan penampilan sejumlah tim Drumband dan berbagai kesenian lainnya.(hms/hgky)

 

Berita Terkait